Deadline – Kebiasaan pakai AC sering dianggap sepele. Padahal, cara penggunaan yang salah bisa membuat konsumsi listrik naik drastis. Akibatnya, tagihan listrik membengkak tanpa disadari.
Kebiasaan pakai AC yang tidak efisien umumnya terjadi setiap hari. Banyak orang menyalakan AC tanpa memperhatikan durasi, suhu, hingga kondisi ruangan.
Berikut enam kebiasaan yang terbukti bikin listrik boros.
1. Menyalakan AC Saat Ruangan Kosong
Kebiasaan pakai AC ini paling sering terjadi. Banyak orang lupa mematikan AC saat keluar ruangan.
Dosen Teknik Ketenagalistrikan ITB, Syarif Hidayat, menjelaskan satu unit AC rata-rata memiliki daya sekitar 300 watt. Jika menyala terus tanpa digunakan, energi tetap terpakai.
Pemakaian listrik dihitung dari daya dikali waktu. Jika AC menyala 24 jam, konsumsi listrik bisa dua kali lipat dibanding 12 jam. Karena itu, AC sebaiknya hanya aktif saat ada orang di ruangan.
2. Membiarkan Pintu dan Jendela Terbuka
Kebiasaan pakai AC berikutnya adalah tidak menutup rapat ruangan. Udara dingin keluar, udara panas masuk.
Akibatnya, AC bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap dingin. Ini membuat konsumsi listrik meningkat.
Ruangan tertutup rapat membantu AC bekerja lebih ringan dan hemat energi.
3. Sering Menyalakan dan Mematikan AC
Kebiasaan pakai AC ini terlihat hemat, tapi justru sebaliknya.
Dosen Teknik Elektro Undip, Abdul Syakur, menjelaskan bahwa menyalakan AC berulang kali memicu lonjakan arus listrik saat awal menyala. Kondisi ini disebut inrush current.
Jika terjadi berkali-kali, energi yang terpakai justru lebih besar dibanding AC yang menyala stabil dalam durasi sama.
4. Mengatur Suhu Terlalu Rendah
Kebiasaan pakai AC dengan suhu 19–21 derajat Celsius sering dilakukan agar ruangan cepat dingin.
Konsultan energi Alan Langworthy menyebut cara ini tidak efisien. AC tetap bekerja sesuai kapasitas, bukan lebih cepat dingin.
Pengaturan suhu sekitar 27 derajat Celsius terbukti lebih hemat listrik dibanding suhu rendah ekstrem.
5. Tidak Pernah Servis AC
Kebiasaan pakai AC tanpa perawatan rutin membuat kinerja mesin menurun.
Debu yang menumpuk pada filter dan komponen lain menghambat aliran udara. Mesin bekerja lebih berat dan konsumsi listrik naik.
Servis rutin minimal setahun sekali membantu menjaga efisiensi dan mencegah kerusakan.
6. Salah Mengatur Kecepatan Kipas
Kebiasaan pakai AC dengan kipas selalu di kecepatan tinggi juga boros listrik.
Aliran udara yang terlalu kuat bisa mengganggu proses pendinginan dan pembuangan kelembapan. Sebaliknya, aliran terlalu lemah membuat ruangan tidak dingin merata.
Gunakan mode otomatis agar kecepatan kipas menyesuaikan suhu ruangan. Setelah dingin, turunkan kecepatan untuk menghemat energi.
Kebiasaan pakai AC yang salah jadi penyebab utama tagihan listrik naik. Faktor utama ada pada durasi pemakaian, kondisi ruangan, dan pengaturan suhu.
Mengubah kebiasaan sederhana bisa menekan konsumsi listrik secara signifikan.



