Deadline – Mehdi Taremi dikabarkan siap meninggalkan dunia sepak bola profesional demi bergabung dengan tentara Iran. Kabar mengejutkan ini muncul di tengah memanasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Laporan media Turki, Haberler, menyebut penyerang tim nasional Iran itu tengah bersiap meninggalkan klub Yunani, Olympiacos, untuk bergabung dengan garda tentara Iran.
Dalam pernyataannya yang dikutip pada Selasa (3/3/2026), Taremi menegaskan alasan emosional di balik keputusan besar tersebut.
“Ini adalah momen di mana negara saya sangatlah membutuhkan saya. Saudara saya dan rumah saya berada dalam situasi bahaya, dan saya harus berada di sana,” ujar Mehdi Taremi.
Negosiasi Masih Berlangsung
Saat ini, pemain berusia 33 tahun tersebut masih dalam tahap negosiasi untuk mengakhiri kontraknya bersama Olympiacos. Proses ini belum final dan belum ada pengumuman resmi dari pihak klub.
Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Iran atau Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) dilaporkan berupaya membujuk Mehdi Taremi agar tetap bertahan di Yunani. Pertimbangan utama adalah faktor keamanan, mengingat kondisi konflik yang semakin memanas.
Sumber media Iran menyebutkan FFIRI ingin sang striker tetap fokus pada karier sepak bolanya. Namun keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Taremi.
Performa Taremi Sedang Menanjak
Keputusan ini muncul justru saat Mehdi Taremi tengah berada dalam performa terbaiknya musim ini. Bersama Olympiacos di Liga Super Yunani, ia telah mencetak 10 gol dan tiga assist dari 16 pertandingan.
Di kompetisi Liga Champions UEFA, Taremi juga tampil produktif dengan torehan dua gol dan dua assist.
Sebelum membela Olympiacos, Taremi pernah memperkuat Inter Milan dan FC Porto. Pengalamannya di level Eropa menjadikannya salah satu penyerang paling berpengaruh yang dimiliki Iran dalam satu dekade terakhir.
Masa Depan di Ujung Keputusan
Jika benar meninggalkan sepak bola untuk bergabung dengan militer, langkah Taremi akan menjadi salah satu keputusan paling dramatis dalam karier seorang atlet profesional di tengah konflik geopolitik.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak klub maupun federasi terkait status final sang pemain. Publik sepak bola Iran dan Yunani pun menanti kepastian masa depan striker andalan tersebut.



