Dampak Buruk Pembelajaran Online: 3 Fakta Penting yang Wajib Diketahui Orang Tua

Deadline – Dampak buruk pembelajaran online kembali menjadi sorotan setelah kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sempat dipertimbangkan pemerintah akibat efisiensi energi, sebelum akhirnya dibatalkan. Meski tidak jadi diterapkan, dampaknya terhadap siswa tetap penting untuk dipahami.

Dampak buruk pembelajaran online telah diteliti oleh Profesor Stephanie Jones dan Dosen Emily Hanno dari Harvard University. Penelitian tersebut mengamati perkembangan anak selama masa pandemi, khususnya saat mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan pada anak dan dinamika keluarga. Para peneliti menegaskan bahwa orang tua harus siap mendampingi anak dalam menghadapi perubahan sistem belajar.

“Kita harus siap mendukung anak-anak saat mereka bertransisi di antara berbagai hal yang berbeda ini,” ujar Jones, dikutip dari Harvard Graduate School of Education.

1. Anak Lebih Sulit Mengelola Emosi

Dampak buruk pembelajaran online yang pertama adalah meningkatnya kesulitan anak dalam mengatur emosi.

Penelitian menemukan banyak keluarga melaporkan peningkatan tantrum, kecemasan, serta kemampuan pengendalian emosi yang menurun, terutama pada anak usia sekolah dasar.

Kondisi ini terjadi karena anak tidak mendapatkan interaksi sosial langsung seperti di sekolah, sehingga memengaruhi perkembangan emosional mereka.

2. Memicu Ketegangan dalam Keluarga

Dampak buruk pembelajaran online berikutnya adalah meningkatnya tekanan dalam keluarga.

Orang tua harus membagi fokus antara pekerjaan, urusan rumah tangga, dan mendampingi anak belajar di rumah. Situasi ini menjadi semakin berat ketika anak mengalami perubahan perilaku.

“Ini benar-benar sangat menegangkan. Kita tahu bahwa tekanan itu terkait dengan perilaku yang menantang di antara anak-anak,” jelas Jones.

Tekanan yang tinggi ini dapat memperburuk hubungan antara orang tua dan anak jika tidak dikelola dengan baik.

BACA JUGA  Teror Terhadap Aktivis Meningkat: Serangan Brutal hingga Doxing, Pembungkaman oleh Penguasa Kian Nyata

3. Anak Kesulitan Belajar Lewat Layar

Dampak buruk pembelajaran online juga terlihat dari sisi akademik. Anak usia enam hingga tujuh tahun dinilai masih kesulitan memahami pembelajaran melalui layar.

Proses belajar yang tidak interaktif membuat anak mudah frustrasi. Ketika mengalami kesulitan, perilaku mereka cenderung berubah menjadi lebih negatif dan sulit dikendalikan.

Jones menegaskan bahwa tantangan ini adalah hal nyata dalam pembelajaran berbasis digital, terutama bagi anak usia dini yang masih membutuhkan pendekatan langsung.

Pengalaman Belajar di Kelas Tetap Penting

Meski pembelajaran online memiliki peran, pengalaman belajar langsung di kelas tetap tidak tergantikan. Anak berisiko kehilangan momen penting dalam proses belajar jika terlalu lama belajar dari rumah.

Untuk mengatasi hal ini, orang tua disarankan aktif mendukung anak dengan menciptakan suasana belajar yang mendekati kondisi di sekolah.

Kegiatan sederhana seperti berjalan bersama keluarga, menjaga rutinitas makan, hingga meluangkan waktu untuk berbicara santai dapat membantu anak merasa lebih nyaman.

“Ketika Anda memasak bersama atau mengerjakan sesuatu, itu bisa menjadi momen terbaik bagi anak untuk terbuka,” kata Jones.

Dampak buruk pembelajaran online tidak hanya memengaruhi akademik, tetapi juga emosi dan hubungan dalam keluarga.

Peran orang tua menjadi kunci utama untuk memastikan anak tetap berkembang dengan baik, baik secara mental maupun sosial, di tengah perubahan sistem pendidikan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER