Deadline – Imran Nahumarury resmi menjadi pelatih Semen Padang FC untuk menggantikan Dejan Antonic. Pengumuman ini disampaikan manajemen klub berjuluk Kabau Sirah melalui akun Instagram resmi mereka pada Kamis (5/3) sore.
“Welcome to coach Imran Nahumarury at SPFC,” tulis Semen Padang dalam unggahan media sosial yang dipublikasikan menjelang waktu azan magrib di Kota Padang.
Kehadiran Imran Nahumarury menjadi langkah cepat manajemen setelah sebelumnya memecat Dejan Antonic pada Kamis (5/3) siang. Pergantian ini dilakukan karena performa Semen Padang dinilai tidak menunjukkan perbaikan menjelang akhir musim kompetisi.
Dejan Antonic sendiri baru menangani Semen Padang sejak 10 Oktober 2025. Ia ditunjuk menggantikan Eduardo Almeida yang lebih dulu diberhentikan karena gagal mengangkat performa tim di kompetisi Super League 2025/2026.
Kini, Semen Padang berada dalam situasi genting. Kabau Sirah menempati peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 17 poin dari 24 pertandingan. Posisi tersebut membuat tim berada di zona rawan degradasi.
Manajemen klub berharap Imran Nahumarury mampu membawa perubahan cepat. Dengan 10 pertandingan tersisa, peluang untuk keluar dari zona degradasi masih terbuka jika tim mampu meraih kemenangan secara konsisten.
Nama Imran Nahumarury bukan sosok asing di dunia kepelatihan Indonesia. Ia sebelumnya menangani Malut United dan sukses membawa klub tersebut promosi ke kasta tertinggi pada musim 2023/2024.
Tidak hanya promosi, Malut United juga tampil cukup impresif pada musim berikutnya dengan mampu bersaing di papan atas klasemen. Prestasi itu membuat nama Imran dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun tim kompetitif.
Namun, karier Imran di Malut United juga sempat diwarnai persoalan internal. Saat kompetisi berhenti, muncul konflik di dalam tim. Ia disebut melakukan sejumlah tindakan yang dianggap merugikan pemain maupun pihak klub.
Kini Imran mendapatkan tantangan baru bersama Semen Padang. Target utamanya jelas: menyelamatkan Kabau Sirah dari degradasi.
Persaingan di papan bawah Super League musim ini memang sangat ketat. Selain Semen Padang yang memiliki 17 poin, posisi juru kunci dihuni Persis Solo dengan 16 poin, sementara PSBS Biak mengoleksi 18 poin.
Di atas ketiganya ada Persijap Jepara dengan 19 poin serta Madura United dengan 20 poin. Selisih poin yang sangat tipis membuat persaingan bertahan di liga utama dipastikan berlangsung sengit hingga akhir musim.
Situasi ini membuat setiap pertandingan sisa musim menjadi sangat menentukan bagi Semen Padang. Jika mampu bangkit dan mengumpulkan poin maksimal, peluang Kabau Sirah untuk tetap bertahan di Super League masih terbuka lebar.
Manajemen dan suporter kini berharap Imran Nahumarury mampu membawa perubahan cepat, mengangkat mental pemain, dan menghindarkan Semen Padang dari degradasi pada akhir musim.



