Rusia Sebut Negosiasi dengan Ukraina dan AS Mandek Moskow Desak Kiev Ambil Langkah Serius

Voice of Jakarta-Moskow | Pemerintah Rusia menyatakan pembicaraan trilateral dengan Ukraina dan Amerika Serikat belum memiliki prospek kemajuan sampai Kiev mengambil apa yang disebut Moskow sebagai “satu langkah serius” dalam proses penyelesaian konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan ajudan Presiden Rusia Vladimir Putin, Yury Ushakov, saat berbicara kepada wartawan di Moskow, Kamis.

Ushakov mengungkapkan bahwa komunikasi yang dimediasi Amerika Serikat dengan Ukraina praktis terhenti setelah pertemuan terakhir yang berlangsung di Jenewa pada Februari lalu.

Menurutnya, pihak Amerika kini lebih fokus pada isu internasional lain yang dianggap lebih mendesak, termasuk krisis di Timur Tengah.

Rusia Isyaratkan Penarikan Pasukan Ukraina dari Donbass

Dalam keterangannya, Ushakov menyebut penyelesaian konflik bergantung pada langkah besar yang harus diambil Kiev untuk membuka jalan menuju penghentian aksi militer dan negosiasi jangka panjang.

Meski tidak menyebut secara langsung, pernyataan itu diyakini merujuk pada tuntutan Rusia agar Ukraina menarik pasukannya dari wilayah Donbass yang masih berada di bawah kendali Kiev.

“Kiev sekarang hanya perlu mengambil satu langkah serius. Setelah itu, aksi militer akan berhenti dan prospek diskusi serius mengenai penyelesaian jangka panjang akan terbuka,” kata Ushakov.

Wilayah Donbass tetap menjadi salah satu isu paling sensitif dalam negosiasi antara Moskow dan Kiev sejak konflik meningkat pada 2022.

Rusia menyatakan wilayah tersebut memilih bergabung dengan Federasi Rusia melalui referendum yang digelar pada 2022, sementara Ukraina dan negara-negara Barat tidak mengakui hasil referendum tersebut.

Ukraina Tetap Tolak Serahkan Wilayah

Pemerintah Ukraina sejauh ini terus menolak tuntutan Moskow terkait penyerahan wilayah.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berulang kali menegaskan bahwa pemulihan wilayah yang diklaim Rusia tetap menjadi salah satu tujuan utama Kiev.

BACA JUGA  Tingkat Kepuasan Warga AS Terhadap Trump Anjlok Tajam, Harga BBM dan Perang Iran Picu Penolakan Besar

Pada Maret lalu, Zelensky juga mengklaim Washington sempat menekan Ukraina agar menerima syarat yang diajukan Moskow, termasuk terkait wilayah sengketa di Donbass.

Namun, pemerintah Amerika Serikat membantah tuduhan tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut pernyataan Zelensky sebagai “kebohongan” dan menegaskan Washington tidak memaksa Ukraina menyerahkan wilayah kepada Rusia.

Donbass Masih Jadi Hambatan Perdamaian

Status Donbass hingga kini masih menjadi hambatan utama dalam upaya mencapai kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina.

Moskow menilai penarikan pasukan Ukraina dari wilayah tersebut merupakan syarat penting untuk mewujudkan gencatan senjata permanen dan membuka pembicaraan lebih luas mengenai penyelesaian konflik.

Sementara itu, Kiev tetap mempertahankan posisi bahwa integritas wilayah Ukraina tidak dapat dinegosiasikan.

Perbedaan sikap kedua pihak membuat prospek negosiasi damai masih menghadapi tantangan besar di tengah konflik yang terus berlangsung.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER