Voice of Jakarta | Aktor sekaligus akademisi Rizal Djibran tampil dalam suasana santai saat menghadiri pagelaran Muhabbah Allah Pekem 9 di Gedung Usmar Ismail, Jakarta, senin (18/5/2026). Kehadirannya di acara tersebut juga mempertemukannya dengan sahabat lamanya, Yusril Ihza Mahendra, yang turut hadir dalam konser religi tersebut.
Dalam wawancara bersama Voice of Jakarta, Rizal mengungkapkan bahwa di tengah aktivitasnya mengajar di salah satu kampus, ia kini tengah mempersiapkan gerakan besar untuk memperkuat perlindungan terhadap ekosistem perfilman Indonesia.
Menurut Rizal, para pekerja film membutuhkan payung hukum yang jelas agar industri kreatif nasional dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

“Pekerja film membutuhkan perlindungan hukum yang jelas. Industri ini harus dibangun dengan sistem yang sehat agar para insan film memiliki kepastian profesi,” ujar Rizal Jibran.
Dengan gelar doktor yang kini disandangnya, Rizal mengatakan dirinya ingin memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri film nasional, khususnya dalam memperjuangkan profesionalisme pekerja kreatif di Indonesia.
Didukung 75 Ribu Pekerja Kreatif
Rizal menyebut gerakan yang tengah dipersiapkannya mendapat dukungan sekitar 75 ribu pekerja kreatif di seluruh Indonesia. Fokus utama perjuangan tersebut adalah memperkuat regulasi, pendidikan, hingga hubungan industrial dalam dunia perfilman.
Ketertarikan Rizal terhadap regulasi perfilman sebenarnya bukan hal baru. Ia mengaku pernah terlibat dalam proses perumusan Undang-Undang Perfilman Nomor 33 Tahun 2009 saat aktris senior Yeni Rahman menjabat sebagai Ketua PARFI.
Pada 2010, Rizal memperoleh beasiswa ke Hollywood Film Institute. Pengalaman tersebut memberinya perspektif baru tentang bagaimana ekosistem perfilman di Amerika Serikat berjalan secara profesional dan harmonis.
“Di Hollywood saya belajar bagaimana industri film bisa berjalan terstruktur, profesional, dan saling mendukung antar pelaku industri,” katanya.
Konsisten Teliti Dunia Perfilman
Perjalanan akademik Rizal Jibran juga banyak berfokus pada dunia perfilman Indonesia. Pada 2012, ia menulis tesis berjudul Perumusan Standar Kompetensi Sumber Daya Manusia terhadap Industri Perfilman: Studi Eksploratif pada Pemain Indonesia Usia Produktif.
Penelitiannya berlanjut hingga program doktoral pada 2025 dengan riset mengenai kompetensi pendidikan, implementasi regulasi, serta hubungan industrial dalam mewujudkan profesionalisme berkelanjutan bagi insan perfilman Indonesia melalui organisasi profesi.
Dari hasil penelitian tersebut, Rizal menerbitkan buku berjudul Pekerja Film Sudahkah Profesional? yang diharapkan dapat menjadi referensi dalam membangun industri perfilman Indonesia yang lebih sehat dan berstandar internasional.
Selain aktif dalam dunia akademik, Rizal juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat film terbarunya bersama almarhum Gerry Iskak akan segera tayang.



