Deadline – Tim Geypens akhirnya mendapat kesempatan emas membela Timnas Indonesia setelah menunggu sangat lama sejak proses naturalisasi selesai. Bek muda yang kini bermain untuk klub Belanda FC Emmen itu resmi menerima Garuda Calling pertama setelah 394 hari menyandang status sebagai warga negara Indonesia.
Pemanggilan Tim Geypens muncul dalam daftar pemain yang disiapkan pelatih John Herdman untuk agenda FIFA Series Maret 2026. Keputusan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang pemain berusia 20 tahun tersebut yang sejak awal dinaturalisasi belum pernah tampil mengenakan seragam Merah Putih.
Bek kelahiran Belanda itu sebenarnya sudah resmi menjadi WNI sejak 8 Februari 2025. Saat itu ia menjalani sumpah kewarganegaraan bersama dua pemain lain, yaitu Ole Romeny dan Dion Markx. Namun nasib berbeda dialami Geypens. Kedua rekannya justru lebih dulu mendapatkan kesempatan bermain untuk tim nasional.
Ole Romeny bahkan sudah menjadi salah satu pemain favorit suporter setelah mencetak gol penting di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026. Sementara itu Dion Markx lebih dahulu mencicipi atmosfer pertandingan bersama Timnas U-23 Indonesia, termasuk tampil di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 serta ajang SEA Games 2025.
Berbeda dengan kedua rekannya, perjalanan Tim Geypens menuju tim nasional berjalan lebih rumit. Awalnya ia diproyeksikan memperkuat Timnas U-20 Indonesia pada Piala Asia U-20 2025. Namun rencana tersebut gagal karena proses administrasi naturalisasi yang hampir melewati batas waktu pendaftaran pemain.
Kesempatan lain sempat terbuka ketika Timnas U-23 Indonesia bersiap tampil di Kualifikasi Piala Asia U-23 pada September 2025. Saat itu tim ditangani pelatih Gerald Vanenburg. Meski sempat masuk radar, nama Geypens tetap tidak tercantum dalam daftar akhir skuad.
Peluang berikutnya muncul menjelang SEA Games 2025. Namun klubnya, FC Emmen, tidak melepas sang pemain karena turnamen tersebut tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA. Pelatih Indra Sjafri saat itu memilih menghormati keputusan klub yang masih membutuhkan pemain tersebut.
Selama hampir satu tahun setelah naturalisasi, nama Tim Geypens juga belum pernah masuk dalam rencana skuad timnas senior yang sebelumnya ditangani Patrick Kluivert. Situasi itu membuat penantian debutnya bersama Garuda semakin panjang.
Kini kesempatan itu akhirnya datang melalui keputusan John Herdman. Menariknya, Herdman menjadi pelatih keempat yang menangani tim nasional Indonesia setelah naturalisasi Geypens. Tiga pelatih sebelumnya—Patrick Kluivert, Gerald Vanenburg, dan Indra Sjafri—belum sempat memberikan kesempatan kepada bek muda tersebut.
Di level klub, Tim Geypens sebenarnya menunjukkan perkembangan cukup baik bersama FC Emmen yang bermain di kompetisi Eerste Divisie. Sepanjang musim berjalan ia telah tampil dalam 23 pertandingan, mencetak 2 gol dan menyumbang 1 assist.
Meski dikenal sebagai bek kiri, Geypens memiliki kemampuan bermain yang fleksibel. Ia beberapa kali dipercaya tampil sebagai winger kiri bahkan gelandang, kemampuan yang membuatnya berpotensi memberi variasi taktik bagi pelatih timnas Indonesia.
Kini publik sepak bola Indonesia menantikan apakah Tim Geypens benar-benar akan menjalani debut resminya bersama skuad Garuda. Setelah menunggu lebih dari setahun sejak naturalisasi, kesempatan ini bisa menjadi awal perjalanan penting dalam karier internasional pemain muda tersebut.



