Jasad Watirih PMI Asal Indramayu Ditemukan di Dekat Tempat Sampah di Saudi, Diduga Dianiaya Majikan

Deadline – PMI tewas di Arab Saudi kembali menjadi sorotan setelah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Watirih (40) ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di Arab Saudi. Jenazah perempuan asal Desa Segeran Kidul, Blok Bedug, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu itu ditemukan di dekat tempat sampah di sekitar apartemen majikannya.

Kasus kematian Watirih mengejutkan keluarga karena korban sebelumnya dilaporkan hilang kontak selama dua tahun. Dugaan penganiayaan oleh majikan kini menjadi fokus perhatian keluarga dan kuasa hukum yang menuntut keadilan.

Dua Tahun Hilang Kontak dengan Keluarga

Watirih diketahui berangkat bekerja ke Arab Saudi pada Januari 2022 untuk mencari nafkah sebagai pekerja migran. Pada tahun pertama, komunikasi dengan keluarga di Indramayu masih berjalan normal.

Namun sejak 2023 hingga awal 2026, keluarga sama sekali tidak menerima kabar dari Watirih.

Adik korban, Maghfuroh (29), mengatakan keluarga sangat terkejut ketika tiba-tiba menerima kabar bahwa kakaknya telah meninggal dunia.

“Dua tahun tidak ada kontak sama sekali dengan keluarga. Tiba-tiba kami mendapat kabar bahwa kakak sudah wafat di Arab Saudi,” ujar Maghfuroh pada Minggu (8/2).

Kabar Duka Baru Disampaikan KBRI

Keluarga baru menerima informasi resmi mengenai kematian Watirih pada 15 Februari 2026 dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh. Padahal korban diketahui telah meninggal dunia pada 9 Februari 2026.

Informasi tersebut semakin mengejutkan karena keluarga mendapatkan kabar bahwa kematian Watirih diduga terkait tindakan penganiayaan.

Menurut keterangan yang diterima keluarga, pelaku telah diidentifikasi dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Motifnya menurut informasi dari sana adalah penganiayaan dari majikan sendiri. Tersangkanya majikan perempuan,” kata Maghfuroh.

Jenazah Ditemukan di Samping Tempat Sampah

Kuasa hukum keluarga korban, Toni RM, mengungkap fakta mengejutkan mengenai lokasi ditemukannya jenazah Watirih.

BACA JUGA  Mobil Pemudik Terbakar di OKU Timur, Pengemudi Diduga Mengantuk

Berdasarkan informasi dari KBRI dan sesama pekerja migran di Arab Saudi, jasad korban ditemukan di dekat tempat sampah yang berada di sekitar apartemen majikannya.

“Informasi yang diterima keluarga dari KBRI maupun rekan sesama PMI di sana, jasad Ibu Watirih ditemukan di samping tempat sampah di dekat apartemen majikannya,” jelas Toni RM.

Temuan tersebut memicu dugaan kuat bahwa korban mengalami perlakuan tidak manusiawi sebelum meninggal dunia.

Keluarga Tuntut Hukuman Berat

Meski keluarga telah mengikhlaskan pemakaman Watirih yang dilaksanakan di Arab Saudi pada Jumat, 7 Maret 2026, mereka tidak dapat menerima jika kematian korban disebabkan oleh penganiayaan.

Maghfuroh menegaskan bahwa keluarga berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal sesuai hukum yang berlaku di Arab Saudi.

“Kami sekeluarga tidak ikhlas kalau penyebabnya penganiayaan. Kami berharap hukuman untuk majikan setimpal, karena di sini ada anak yang harus diperjuangkan,” tegasnya.

Kuasa Hukum Siapkan Langkah Hukum

Kuasa hukum keluarga menyatakan akan mengawal proses hukum kasus ini hingga tuntas. Toni RM menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, khususnya Direktorat Perlindungan WNI (PWNI), serta KBRI Riyadh.

Tujuannya untuk memastikan proses persidangan terhadap majikan korban berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi almarhumah.

Selain itu, tim hukum juga akan memperjuangkan hak-hak finansial yang kemungkinan belum diterima oleh korban selama bekerja.

“Kami akan memperjuangkan hak almarhumah, termasuk gaji yang mungkin belum dibayarkan selama dua tahun hilang kontak serta santunan untuk ahli waris,” kata Toni.

Menunggu Penjelasan Resmi

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi tambahan dari pihak terkait mengenai perkembangan terbaru kasus kematian Watirih.

Keluarga berharap pemerintah Indonesia dapat terus mengawal proses hukum di Arab Saudi agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal dan hak-hak korban dapat dipenuhi sepenuhnya.

BACA JUGA  Ledakan Dahsyat di Sumenep Bikin Warga Panik, Dentuman Terdengar Hingga 5 Km

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER