Deadline – Mobil pemudik terbakar di OKU Timur terjadi setelah sebuah minibus Honda HRV terjun ke parit di Jalan Lintas Komering, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Sabtu pagi. Insiden ini sempat menghebohkan warga sekitar karena kendaraan langsung dilalap api sesaat setelah kecelakaan. Beruntung, seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Mobil pemudik terbakar di OKU Timur ini merupakan kecelakaan tunggal yang diduga dipicu oleh faktor kelelahan pengemudi. Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono menjelaskan bahwa kendaraan tersebut melaju dari arah Palembang menuju Kecamatan Cempaka. Saat melintas di Jalan Lintas Komering, pengemudi diduga mengantuk sehingga kehilangan kendali dan mobil akhirnya terjun ke parit di sisi jalan.
Benturan keras terjadi ketika kendaraan menghantam tungku masak milik warga yang berada di sekitar lokasi. Dampak tabrakan itu menyebabkan kebocoran bahan bakar pada mobil. Percikan api dari tungku tersebut diduga langsung menyambar bahan bakar yang bocor sehingga mobil Honda HRV berwarna abu-abu itu terbakar.
Di dalam mobil terdapat empat orang penumpang yang sedang melakukan perjalanan mudik. Beruntung, seluruh penumpang berhasil keluar dari kendaraan beberapa saat setelah mobil terjun ke parit. Mereka tidak mengalami luka meski kejadian berlangsung sangat cepat dan menegangkan.
Petugas dari Polsek Cempaka bersama Unit Laka Satlantas Polres OKU Timur segera tiba di lokasi setelah menerima laporan warga. Aparat langsung melakukan pengamanan lokasi kejadian sekaligus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengatur arus lalu lintas di Jalan Lintas Komering agar tidak terjadi kemacetan akibat peristiwa tersebut.
Proses pemadaman api dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran yang dibantu warga setempat. Api akhirnya berhasil dijinakkan setelah beberapa waktu, meski kondisi mobil sudah hangus terbakar.
Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran yang biasanya dipenuhi kendaraan jarak jauh.
Ia menegaskan bahwa faktor kelelahan dan mengantuk menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas saat musim mudik. Karena itu, pengemudi diminta untuk beristirahat jika merasa lelah agar tetap fokus saat mengemudi.
“Kami terus meningkatkan edukasi keselamatan serta pengawasan di jalur mudik dalam rangka Operasi Ketupat Musi 2026 guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari,” ujar AKBP Adik Listiyono.
Operasi Ketupat Musi 2026 sendiri merupakan operasi pengamanan terpadu yang dilakukan kepolisian untuk memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat selama masa mudik Lebaran di wilayah Sumatera Selatan.



