Deadline – Aktivitas Gunung Slamet kembali meningkat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG resmi memperluas batas aman dari 2 kilometer menjadi 3 kilometer dari kawah puncak.
Keputusan ini diambil setelah pemantauan terbaru per 4 April 2026 menunjukkan lonjakan aktivitas yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Suhu Kawah Melonjak Tajam
Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet, Muhammad Rusdi, menyebut tanda peningkatan sudah terlihat sejak akhir Maret.
Saat itu, pola gempa mulai muncul dan diperkuat hasil pemantauan drone. Data menunjukkan kenaikan suhu yang mencolok di area kawah.
Suhu kawah naik dari sekitar 247,4 derajat Celcius pada September 2024 menjadi 463 derajat Celcius per 3 April 2026. Lonjakan ini menunjukkan peningkatan energi panas di dalam gunung.
Gas Putih dan Ratusan Gempa Terdeteksi
Selain suhu, aktivitas lain juga meningkat. Embusan gas putih setinggi 300 meter keluar dari kawah.
Fenomena ini menandakan proses degassing atau pelepasan gas magmatik dari dalam perut gunung.
Dalam periode 16 Maret hingga 3 April 2026, tercatat ratusan gempa embusan dan gempa frekuensi rendah. Intensitasnya naik turun, tetapi cenderung meningkat.
Kondisi ini menunjukkan tekanan gas magmatik semakin kuat. Ada indikasi magma bergerak ke kedalaman yang lebih dangkal.
Potensi Erupsi Masih Ada
Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyatakan potensi erupsi tetap terbuka.
Dampak yang mungkin terjadi meliputi hujan abu, lontaran material pijar di sekitar puncak, hujan lumpur, serta gas beracun dengan konsentrasi tinggi.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi lereng Slamet seperti Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, hingga Brebes.
Status Waspada, Aktivitas Dilarang
Saat ini status Gunung Slamet masih Level II atau Waspada.
Meski belum naik level, masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah.
PVMBG meminta warga hanya mengikuti informasi resmi. Masyarakat diminta tidak percaya kabar yang belum jelas sumbernya.
Pemantauan terus dilakukan secara intensif. Jika terjadi perubahan signifikan, status gunung bisa dinaikkan sewaktu-waktu.



