Voice of Jakarta | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa keluarga berkualitas menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan kota. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Promosi Program Pembangunan Keluarga di RPTRA Planet Senen, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
Menurut Pramono, pembangunan Jakarta tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada ketahanan dan keharmonisan keluarga sebagai unit dasar masyarakat. “Keluarga yang kuat akan menjadi fondasi bagi kota yang kuat,” ujarnya.https://voiceofjakarta.id/
Data Pendataan Keluarga 2025 melalui Carik Jakarta mencatat sebanyak 2.448.379 keluarga dari total 7.162.445 individu berdomisili di DKI Jakarta. Angka ini, menurutnya, menegaskan pentingnya kebijakan pembangunan keluarga yang terarah dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Dalam konteks tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengandalkan keberadaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) sebagai pusat interaksi sosial dan edukasi masyarakat. Saat ini terdapat 324 RPTRA di seluruh Jakarta, dengan 50 di antaranya berada di wilayah Jakarta Pusat.
RPTRA Planet Senen, yang dibangun di atas lahan sekitar 951 meter persegi dan diresmikan pada 2019, menjadi salah satu contoh ruang publik yang dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas keluarga di lingkungan perkotaan.
Selain penguatan ruang publik, Pemprov DKI juga tengah menyiapkan kebijakan melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang mendukung pembangunan keluarga. Kebijakan ini mencakup edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan layanan yang lebih inklusif dan responsif.
Sejumlah program telah dijalankan untuk mendukung ketahanan keluarga, di antaranya layanan Home Service untuk lansia atau dikenal sebagai Pasukan Putih, penyediaan daycare di lingkungan perkantoran pemerintah, serta penguatan aplikasi JAKI sebagai platform layanan publik terpadu.
Pemutakhiran data penerima KJP dan KJMU, pemasangan CCTV di kawasan permukiman, hingga pemberdayaan ekonomi melalui lebih dari 420 ribu pelaku Jakpreneur juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Selain itu, pelatihan kerja di tingkat kelurahan dan penyelenggaraan job fair di 44 kecamatan setiap tiga bulan turut diperkuat.
Pramono menilai, pendekatan lintas sektor ini penting untuk memastikan setiap keluarga memiliki akses terhadap layanan sosial, pendidikan, keamanan, dan peluang ekonomi.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan mandiri.
“Melalui semangat ‘Keluarga Berkualitas, Jakarta Sejahtera’, kita dorong terciptanya masyarakat yang kuat dan berdaya saing,” kata Pramono.
Program keluarga berkualitas Jakarta ini diharapkan menjadi bagian penting dari strategi pembangunan jangka panjang, seiring upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan. https://www.jakarta.go.id/siaran-pers/6673-SP-HMS-05-2026



