Hardiknas 2026 Rano Karno Tegaskan Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia Jawab Tantangan Global

Pemprov DKI Jakarta memperkuat transformasi pendidikan lewat program SMK mendunia, pemutihan ijazah, dan sekolah swasta gratis.

Voice of Jakarta | Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga harus mampu “memerdekakan manusia” sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan kota modern yang terus berubah.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (7/5).

Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Gerak, Bikin, Tunjukin”, yang menjadi ruang apresiasi atas transformasi pendidikan di Jakarta melalui karya, inovasi, seni, budaya, hingga praktik pembelajaran kolaboratif dari para peserta didik.

Dalam pidatonya, Rano Karno memberikan penghormatan kepada guru, tenaga kependidikan, dan siswa yang dinilai terus menjaga semangat pendidikan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.https://voiceofjakarta.id/

“Saya mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh insan pendidikan. Para guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta seluruh pihak yang terus mendedikasikan tenaga, pikiran, dan ketulusannya demi kemajuan pendidikan di Jakarta,” kata Rano.

Pendidikan Disebut Harus Adaptif Hadapi Disrupsi Teknologi

BACA JUGA  PSEL Jakarta 2026 Pemprov DKI dan Danantara Teken MoU Percepatan Pengolahan Sampah Jadi Energi

Menurut Rano, Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan pendidikan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara inklusif.

Ia mengatakan perkembangan teknologi, perubahan pasar kerja, dan dinamika global menuntut sistem pendidikan yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Dalam konteks inilah pendidikan harus mampu menjadi sarana untuk memerdekakan manusia sekaligus menjawab arah pembangunan kota,” ujarnya.

Rano menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan dunia usaha dalam membangun pendidikan berkualitas.

Tema nasional Hardiknas 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, menurutnya menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan peradaban.

SMK Naik Kelas hingga Ekspor Talenta ke Luar Negeri

Puncak Hardiknas 2026 juga menampilkan sejumlah program unggulan pendidikan vokasi Jakarta.

Salah satunya adalah program “SMK Naik Kelas: Siap Produksi, Siap Kolaborasi — Culinary Meets Industry” yang melibatkan 14 SMK, tiga SLB, dan satu LKP. Program tersebut menghadirkan produk kuliner hasil karya siswa yang dipamerkan melalui expo dan business matching dengan dunia industri.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga melepas 561 alumni SMK untuk bekerja di Jepang, Jerman, dan Malaysia sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi dan perluasan akses kerja global.

“Ini menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan bagi generasi muda Jakarta agar mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat global,” kata Rano.

Pameran Karya SLB dan Panen Buku 425 Judul

Aspek pendidikan inklusif turut menjadi sorotan dalam Hardiknas 2026.

Siswa SLB A Pembina Tingkat Nasional Jakarta menampilkan karya seni multisensori bertema “Galaxy” hasil kolaborasi dengan Another Day Korea. Karya tersebut memadukan unsur tekstur dan aroma untuk menunjukkan kreativitas peserta didik disabilitas.

Selain itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga menggelar “Panen Buku” yang menghadirkan 425 judul karya dari 398 penulis, terdiri atas 360 siswa dan 38 guru dari 180 satuan pendidikan.

Buku-buku tersebut nantinya akan diserap sekolah guna memperkuat koleksi perpustakaan dan membangun ekosistem literasi yang lebih luas.

Pemutihan Ijazah dan KJP Plus Jadi Fokus Pemprov DKI

Dalam kesempatan itu, Rano Karno menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan melalui sejumlah program bantuan dan kebijakan inklusif.

Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan hampir Rp3,25 triliun untuk 707.477 penerima KJP Plus, serta Rp399,4 miliar bagi 15.825 mahasiswa penerima KJMU tahap I tahun 2026.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan program sekolah swasta gratis yang menyasar 103 sekolah swasta di Jakarta.

Sementara itu, program pemutihan ijazah tahap I tahun 2026 diberikan kepada 2.026 peserta didik agar mereka kembali memperoleh hak administrasi pendidikan.

“Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa dan pemerintah wajib memastikan layanan pendidikan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat,” tegas Rano.

Rangkaian Hardiknas 2026 di Jakarta turut diisi Festival Karya Anak Jakarta, urban farming, Ruang Seni Siswa, anjangsana sekolah, hingga upacara Hardiknas di Balai Kota Jakarta.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER