Wamen Diaz Hendropriyono Ajak Siswa Sekolah Rakyat Jakarta Timur Pilah Sampah dari Lingkungan Sekolah

Voice of Jakarta |  Wamen Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz Hendropriyono, mengajak para siswa mulai memilah sampah dari lingkungan sekolah sebagai langkah awal memperkuat pengelolaan sampah nasional dari hulu.

Ajakan itu disampaikan Diaz saat menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional di Sekolah Rakyat Menengah Atas 9 Jakarta Timur, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Diaz hadir didampingi Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Kusmanto.

Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Hulu

Diaz menegaskan persoalan sampah tidak cukup hanya diselesaikan melalui teknologi pengolahan akhir seperti waste to energy, tetapi harus dimulai dari pengelolaan di tingkat sumber atau hulu.

Menurutnya, pendidikan pengelolaan sampah sejak dini menjadi langkah penting agar generasi muda memiliki kesadaran lingkungan yang kuat.

“Saya rasa pengelolaan sampah ini sangat baik kalau kita bisa memberikan pengetahuan dan pendidikan pertama kali lagi kepada pelajar-pelajar di sekolah rakyat supaya bisa mengelola sampahnya di hulu,” katanya.

Wamen
Sekolah Rakyat Menengah Atas 9 Jakarta Timur, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah dari sumber akan membuat sistem pengolahan sampah modern, termasuk waste to energy, berjalan lebih efektif.

Kementerian LH Targetkan Sekolah Raih Adiwiyata

Diaz memastikan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia akan terus memberikan pendampingan kepada sekolah rakyat agar mampu menerapkan sistem pengelolaan sampah yang baik.

Pemerintah juga mendorong sekolah tersebut meraih predikat Adiwiyata tingkat provinsi hingga nasional.

“Kita juga akan terus memberikan pendampingan supaya sekolah rakyat ini bisa mendapatkan Adiwiyata baik dari tingkat provinsi, nanti mungkin juga bisa ke tingkat nasional,” ujarnya.

Diaz menambahkan, Presiden menargetkan pengelolaan sampah nasional mencapai 100 persen pada 2029.

Bantuan Komposter dan Tumbler Ramah Lingkungan

BACA JUGA  Sudiskes Jakarta Barat Targetkan Temukan 11.955 Kasus TBC Sepanjang 2026

Dalam kegiatan itu, Kementerian Lingkungan Hidup turut menyerahkan bantuan komposter untuk mendukung pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah.

Diaz berharap sampah organik dapat diolah langsung di sekolah sehingga mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantar Gebang.

 

“Paling tidak sampah-sampah organik bisa selesai di sini. Tidak perlu dibawa ke Bantar Gebang. Seperti kita ketahui, Bantar Gebang sudah bertumpuk terus dan tidak bisa tidak itu harus kita selesaikan bersama,” katanya.

Selain itu, para pelajar juga menerima bantuan tumbler atau botol minum ramah lingkungan guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di sekolah.

“Tidak membuang sampah sembarangan dan tidak membuang sampah tanpa pengelolaan yang baik di sumber,” tutup Diaz.

Edukasi Lingkungan Jadi Fokus Sekolah

Program edukasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah dinilai menjadi salah satu langkah strategis membangun budaya peduli lingkungan sejak usia dini.

Melalui edukasi dan fasilitas pendukung seperti komposter dan tumbler ramah lingkungan, pemerintah berharap sekolah mampu menjadi pusat pembelajaran gaya hidup berkelanjutan di tengah tantangan persoalan sampah perkotaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER