Partai Buruh Keir Starmer Tumbang di Skotlandia dan Wales, Reform UK Nigel Farage Melonjak Tajam

Voice of Jakarta | Partai Buruh yang dipimpin Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengalami kemunduran besar dalam pemilihan parlemen di Skotlandia, Wales, serta pemilihan lokal di Inggris. Meski menghadapi tekanan internal untuk mundur, Starmer menegaskan dirinya tidak akan melepaskan jabatan di tengah krisis politik yang berkembang.

Hasil penghitungan suara hingga Jumat malam waktu setempat menunjukkan Partai Buruh kehilangan lebih dari 1.300 kursi dewan lokal di Inggris. Selain itu, partai tersebut juga kehilangan sekitar lima kursi di Parlemen Skotlandia dan 21 kursi di Senedd Wales.

Dalam pernyataannya kepada media, Keir Starmer mengakui hasil tersebut menjadi pesan serius dari pemilih. Namun ia menolak seruan pengunduran diri, termasuk tekanan dari sejumlah tokoh internal partai seperti Menteri Energi Ed Miliband.

“Saya tidak akan mengundurkan diri dan menjerumuskan negara ke dalam kekacauan,” ujar Starmer.

Sebanyak 5.066 dari total 16.000 kursi dewan lokal di Inggris diperebutkan dalam pemungutan suara Kamis lalu, bersama seluruh 129 kursi parlemen Skotlandia dan 96 kursi Senedd Wales. Partai Buruh sebelumnya memegang 5.873 kursi lokal, namun diperkirakan hanya akan mempertahankan sekitar 4.000 kursi setelah hasil akhir diumumkan.

Kekalahan paling simbolis terjadi di Wales. Untuk pertama kalinya dalam abad ini, Partai Buruh diperkirakan kehilangan kendali politik di wilayah tersebut. Menteri Pertama Wales Eluned Morgan kehilangan kursinya, sementara Plaid Cymru dan Reform UK mendominasi Senedd.

Namun, hasil buruk Partai Buruh tidak otomatis menjadi keuntungan bagi Partai Konservatif Inggris. Partai oposisi utama itu juga diperkirakan kehilangan sekitar 550 kursi dewan lokal, ditambah 16 kursi di Skotlandia dan sembilan kursi di Wales.

Sebaliknya, Reform UK yang dipimpin Nigel Farage muncul sebagai pemenang terbesar dalam pemilu lokal kali ini. Partai tersebut meraih lebih dari 1.200 kursi dewan lokal dan memperkuat pengaruh politiknya di berbagai wilayah Inggris.

BACA JUGA  Rudal Balistik Iran Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln, Konflik Teluk Memanas

Di Suffolk, misalnya, Reform UK merebut 37 kursi, sementara Partai Konservatif kehilangan 36 kursi. Selama bertahun-tahun, Farage dikenal keras mengkritik pemerintah Konservatif terkait isu imigrasi dan tingginya biaya hidup, yang kemudian menarik dukungan dari pemilih sayap kanan yang kecewa.

“Ini adalah hari yang sangat penting, bukan hanya untuk partai kami, tetapi juga perubahan total dalam politik Inggris,” kata Farage kepada wartawan. Ia bahkan menyebut Partai Buruh telah “terhapus” dalam sejumlah wilayah.

Selain Reform UK, Partai Hijau Inggris juga mencatat peningkatan dukungan signifikan. Tokoh Partai Hijau Zack Polanski menilai banyak mantan pemilih Partai Buruh beralih karena kecewa terhadap kebijakan penghematan pemerintahan Starmer dan sikapnya terhadap Israel.

“Saya mengatakan Partai Hijau akan menggantikan Partai Buruh, dan kini kita melihat itu terjadi di seluruh negeri,” ujar Polanski.

Hasil pemilu ini dinilai menjadi sinyal perubahan besar dalam peta politik Inggris, dengan menguatnya partai-partai alternatif di luar dominasi tradisional Partai Buruh dan Partai Konservatif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER