voice of Jakarta | Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, mengimbau seluruh lurah dan camat di wilayahnya untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dalam waktu dekat akan digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Imbauan tersebut disampaikan Arifin saat memimpin Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Selasa (12/5).
Menurut Arifin, sensus ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali memiliki peran penting dalam menghasilkan data akurat yang nantinya digunakan pemerintah sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan dan ekonomi di masa mendatang.
“Sensus ekonomi ini berupa angka-angka yang didapatkan nanti berupa data. Data ini bisa valid jika sumber yang menyampaikan informasinya juga benar, kemudian cakupan yang didapatkan bisa mendekati 100 persen,” ujar Arifin.
Ia meminta seluruh jajaran pemerintah tingkat kelurahan dan kecamatan aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk kepada pengurus RT dan RW, agar pelaksanaan sensus berjalan optimal dan mendapat dukungan luas dari warga.
“Saya minta para lurah untuk mensosialisasikan sensus ekonomi ini kepada para RT, RW, dan yang lain sebagainya,” katanya.
Selain itu, Arifin juga meminta jajaran Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Pusat membantu petugas Badan Pusat Statistik Jakarta Pusat dalam proses pendataan di kawasan pertokoan dan perusahaan.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur pemerintah daerah diperlukan agar seluruh aktivitas ekonomi di Jakarta Pusat dapat tercatat secara menyeluruh dan akurat.
Arifin menegaskan, data hasil sensus bukan semata untuk kepentingan BPS, melainkan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di berbagai sektor.
“Data yang terkumpul ini nantinya bukan untuk kepentingan BPS, tetapi data ini akan diolah dan diberikan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bahan dalam mengambil sebuah keputusan,” ungkapnya.
Ia berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar tanpa hambatan serta dilakukan secara profesional dan penuh tanggung jawab oleh seluruh pihak yang terlibat.
Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan secara berkala untuk memetakan kondisi dan perkembangan aktivitas ekonomi di Indonesia, termasuk sektor usaha, perdagangan, jasa, dan industri di tingkat daerah.



