voice of Jakarta | Sebanyak 372 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dari total 620 personel se-Jakarta Utara mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas yang berlangsung dalam dua angkatan pada 12–13 Mei 2026 di Ruang Bahari, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara memperkuat kesiapsiagaan, ketangguhan, dan profesionalisme Satlinmas sebagai garda terdepan pelayanan serta perlindungan masyarakat di tengah kompleksitas kawasan perkotaan.
Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan, mengapresiasi langkah Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta dan Satpol PP Jakarta Utara yang terus mendorong penguatan kapasitas anggota Satlinmas di tingkat wilayah.
Menurut Fredy, Jakarta Utara memiliki tantangan yang berbeda dibanding wilayah lain di ibu kota, mulai dari kepadatan penduduk, kawasan industri, hingga potensi bencana seperti banjir rob dan kebakaran.
“Jakarta Utara memiliki tantangan yang kompleks mulai dari kepadatan penduduk hingga kawasan industri. Karena itu Satlinmas harus hadir dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (12/5).
Ia menekankan tiga hal utama yang harus dimiliki setiap anggota Satlinmas, yakni disiplin dan responsif, humanis dan komunikatif, serta terus meningkatkan kemampuan diri sesuai kebutuhan masyarakat.
“Ke depan banyak persoalan yang harus diselesaikan bersama, mulai dari penanganan bencana, pertolongan pertama hingga komunikasi sosial. Dengan Satlinmas yang kuat, maka ketahanan wilayah dan pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik,” katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta, Moh Rizqi Adhari Jusal, mengatakan Satlinmas memiliki posisi strategis dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, anggota Satlinmas kerap menjadi unsur pertama yang hadir saat terjadi kondisi darurat di wilayah, mulai dari pengamanan lokasi hingga pemberian pertolongan awal kepada korban.
“Satlinmas adalah garda terdepan di masyarakat. Ketika terjadi kejadian di wilayah, Satlinmas menjadi unsur yang paling cepat hadir untuk melakukan pengamanan, sterilisasi lokasi, hingga pertolongan pertama,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini terdapat sekitar 5.343 anggota Satlinmas di Provinsi DKI Jakarta yang diharapkan memiliki kualitas serta kemampuan yang terus berkembang sesuai tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat perkotaan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pengetahuan dasar hubungan masyarakat, penanganan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum (Kamtibmas), hingga praktik pertolongan pertama dalam situasi kebencanaan.
Anggota Satlinmas Kelurahan Rawa Badak Selatan, Dedy Setiawan, menilai keberadaan Satlinmas memiliki peran penting dalam mendukung deteksi dini kebencanaan serta menjaga keamanan lingkungan bersama unsur tiga pilar.
“Satlinmas hadir untuk membantu masyarakat dan menjaga lingkungan tetap aman serta kondusif. Kami berharap apa yang sudah dilakukan di wilayah dapat menjadi perhatian dan mendapat dukungan penuh dari pimpinan,” katanya.
Pemerintah Kota Jakarta Utara berharap peningkatan kapasitas ini dapat memperkuat kualitas pelayanan Satlinmas sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan kebencanaan di ibu kota.



