VOICE OF JAKARTA – Pemerintah resmi meluncurkan rangkaian kegiatan Bulan Kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, seluruh agenda kenegaraan tahun ini dirancang secara kolaboratif dengan melibatkan kementerian, lembaga, organisasi masyarakat, hingga partisipasi publik.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengatakan, konsep peringatan HUT RI tahun ini menekankan semangat kebersamaan serta keterlibatan masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan.
“Perayaan Bulan Kemerdekaan tahun ini dirancang secara kolaboratif melalui kerja sama berbagai kementerian dan lembaga, serta juga melibatkan partisipasi masyarakat seluas-luasnya,” ujar Juri Ardiantoro dalam konferensi pers di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Diawali Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Rangkaian Bulan Kemerdekaan dimulai pada Sabtu, 1 Agustus 2026, melalui Zikir dan Doa Kebangsaan yang akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Acara tersebut akan dihadiri pejabat negara, tokoh agama, serta masyarakat lintas agama dan diisi dengan Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf.
Menurut Juri, kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus memperkuat persatuan dalam keberagaman.
“Zikir dan Doa Kebangsaan ini adalah momentum bersyukur sekaligus simbol persatuan serta kerukunan antarumat beragama,” katanya.
Penganugerahan Tanda Jasa dan Kehormatan
Pemerintah juga akan memberikan tanda jasa dan tanda kehormatan kepada individu, institusi, organisasi, maupun kesatuan yang dinilai memiliki jasa luar biasa bagi bangsa dan negara.
Penerima penghargaan berasal dari berbagai kalangan, seperti akademisi, tokoh agama, seniman, birokrat, aparat militer, hingga tokoh masyarakat.
“Para calon berasal dari berbagai latar belakang seperti akademisi, tokoh agama, seniman, birokrat, dan militer, serta tokoh-tokoh lainnya yang diseleksi secara ketat dan transparan oleh Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan,” jelas Juri.
Presiden Sampaikan Pidato Kenegaraan dan RAPBN 2027
Agenda penting lainnya adalah Pidato Presiden Republik Indonesia pada 14 Agustus 2026.
Pidato tersebut akan berlangsung dalam dua sesi:
Pidato Kenegaraan di hadapan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI–DPD RI.
Penyampaian Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dalam Sidang Paripurna DPR RI.
Momentum tersebut menjadi salah satu agenda konstitusional yang menandai arah kebijakan pemerintah untuk tahun anggaran berikutnya.
Ziarah Nasional dan Renungan Suci
Pada 15 Agustus 2026, pemerintah akan menggelar Ziarah Nasional dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus refleksi atas perjuangan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Puncak HUT RI Digelar di Istana Merdeka
Peringatan puncak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia akan berlangsung pada 17 Agustus 2026 melalui Upacara Detik-Detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta.
Presiden Prabowo Subianto akan bertindak sebagai inspektur upacara.
Pemerintah juga kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti upacara secara langsung melalui mekanisme war ticket atau perebutan undangan.
Menurut Juri, pemerintah menargetkan sedikitnya 8.100 peserta menghadiri upacara sebagai simbol peringatan HUT RI ke-81.
“Kami harapkan kegiatan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Penurunan Bendera Pusaka pada tanggal 17 ini akan dihadiri oleh setidaknya 8.100 orang sebagai simbol peringatan HUT RI ke-81,” ujarnya.
Presiden Undang Tokoh Bangsa Hadiri Upacara
Juri menambahkan, Presiden Prabowo memberikan arahan agar seluruh tokoh bangsa, termasuk para mantan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, diundang menghadiri upacara kenegaraan tersebut.
Langkah itu dinilai sebagai simbol persatuan nasional dan penghormatan terhadap kontribusi para pemimpin bangsa lintas generasi.
“Bapak Presiden memberi arahan bahwa pada Upacara Detik-Detik Proklamasi kita mengundang seluruh tokoh bangsa, termasuk para presiden dan wakil presiden terdahulu, agar berkenan hadir mengikuti upacara,” kata Juri.
Melalui rangkaian Bulan Kemerdekaan bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, pemerintah berharap semangat nasionalisme, persatuan, dan gotong royong semakin mengakar di tengah masyarakat sekaligus menjadi penguat langkah Indonesia menuju masa depan yang lebih maju.



