Deadline – Wira Arizona menjadi sorotan publik setelah menangani perkara videografer Amsal Sitepu di Kejaksaan Negeri Karo, Sumatera Utara. Jaksa berusia 30 tahun ini dinilai kontroversial karena tuntutannya dalam kasus tersebut memicu perdebatan luas.
Wira Arizona baru menjalani karier sebagai jaksa selama sekitar 4 tahun. Ia mulai dikenal sejak lulus Pendidikan Pembentukan Jaksa Angkatan 79 Gelombang 2 pada 2022 dan dilantik sebagai Ajun Jaksa Madya.
Profil Singkat dan Pendidikan
Wira Arizona, S.H., lahir pada 31 Mei 1995. Ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Sumatera Utara dan meraih gelar sarjana pada 2016.
Ia melanjutkan studi magister dan lulus pada 2019. Skripsi dan tesisnya membahas isu hukum pemerintahan daerah serta kepailitan, menunjukkan fokus pada aspek yuridis sejak awal.
Awal Karier dan Penugasan
Karier Wira Arizona dimulai di Kejaksaan Negeri Aceh Jaya. Namun, perannya belum menonjol di pengadilan.
Titik penting terjadi saat ia dipindahkan ke Kejaksaan Negeri Karo pada 2023. Di sana, ia mulai aktif menangani perkara pidana.
Kasus pertama yang ditanganinya adalah perkara narkotika dengan terdakwa Yabes Gulo pada Mei 2023.
Tangani Puluhan Perkara
Sejak bertugas di Karo, Wira tercatat menangani sedikitnya 18 perkara pidana umum. Kasus yang ditangani mencakup:
- Narkotika
- Perlindungan anak
- Pencurian
- Perjudian
- Penggelapan
- Perpajakan
Selain itu, ia juga aktif di bidang tindak pidana korupsi.
Fokus Kasus Korupsi
Dalam periode Mei 2024 hingga Maret 2026, Wira Arizoona menangani 16 perkara korupsi di Pengadilan Tipikor Medan.
Beberapa kasus yang ditangani antara lain:
- Korupsi proyek video profil dan website desa
- Korupsi penyaluran pupuk
- Dugaan korupsi di PDAM Tirta Malem Kabupaten Karo
- Dugaan korupsi izin penebangan hutan Siosar oleh pejabat BPHL
Kiprah ini membuat namanya semakin dikenal, tetapi juga menuai kritik.
Kasus Amsal Sitepu Picu Polemik
Nama Wira mencuat setelah menjadi Jaksa Penuntut Umum dalam perkara Amsal Christy Sitepu.
Tuntutan yang diajukan dinilai kontroversial karena menyebut biaya editing video seharusnya Rp0.
Pernyataan ini memicu reaksi keras dari pelaku industri kreatif dan anggota DPR RI. Perdebatan meluas karena dianggap tidak mencerminkan realitas pekerjaan kreatif.
Diperiksa Internal Kejaksaan
Akibat polemik tersebut, Wira bersama enam jaksa lain dari Kejari Karo diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.
Pemeriksaan ini fokus pada penanganan perkara Amsal Sitepu.
DPR Minta Dicopot dan Dibina Ulang
Dalam rapat di DPR pada 2 April 2026, anggota Komisi III, Hinca, meminta pencopotan jaksa yang terlibat.
Ia menilai kesalahan dalam penanganan perkara bersifat serius dan menyangkut kualitas penegakan hukum.
Hinca juga menyarankan agar para jaksa, termasuk Wira, mendapatkan pembinaan ulang atau “disekolahkan lagi”.
Harta Kekayaan Capai Rp2,3 Miliar
Sorotan lain datang dari laporan harta kekayaan Wira Arizona.
Berdasarkan LHKPN, total kekayaannya mencapai Rp2.302.598.039 atau sekitar Rp2,3 miliar.
Rinciannya antara lain:
- Tanah dan bangunan di Tapanuli Selatan Rp1 miliar
- Tanah di Batubara Rp182 juta
- Mobil Pajero hibah tahun 2022 Rp590 juta
- Harta bergerak lainnya Rp150 juta
- Kas dan setara kas sekitar Rp94 juta
Kekayaan tersebut meningkat sekitar Rp300 juta dalam satu tahun.
Jaksa Muda di Tengah Sorotan
Dalam usia 30 tahun, Wira Arizona sudah menangani puluhan perkara pidana dan belasan kasus korupsi.
Namun, kasus Amsal Sitepu menjadi titik kritis yang menguji profesionalismenya sebagai jaksa muda.
Sorotan publik kini tidak hanya pada kinerjanya, tetapi juga pada kualitas penanganan perkara oleh aparat penegak hukum.



