Pemkot Jakarta Barat Perkuat Program Sedekah Minyak Jelantah untuk Dukung Lingkungan Hijau

voice of jakarta | Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bersama Rumah Sosial Kutub memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan minyak jelantah menjadi produk ramah lingkungan sekaligus bernilai sosial.

Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono, mengatakan fluktuasi data pengumpulan minyak jelantah perlu disikapi secara bijak dengan analisis yang lebih mendalam.

Menurutnya, penurunan volume pengumpulan di sejumlah wilayah belum tentu menunjukkan rendahnya partisipasi masyarakat, melainkan dapat dipengaruhi oleh perubahan pola hidup sehat warga.

“Harapannya, koordinasi dengan pihak kecamatan perlu ditingkatkan kembali, terutama dalam rapat-rapat mingguan. Dengan begitu, sosialisasi kepada para lurah dan RW bisa lebih paripurna,” ujar Yuli Hartono saat memimpin rapat koordinasi pengumpulan minyak jelantah di Ruang Rapat Wali Kota Jakarta Barat, Senin (11/5).

Pemkot Jakarta Barat
Wakil Wali Kota Jakbar, Yuli Hartono bersama kolaborator Rumah Sosial Kutub

Ia menambahkan, penguatan sosialisasi penting dilakukan, baik terkait teknis distribusi jeriken maupun pemahaman manfaat program bagi masyarakat dan lingkungan.

Sementara itu, Manager Maintenance Rumah Sosial Kutub, Muhammad Abdel Achrian, menyebut program sedekah minyak jelantah menjadi salah satu upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui pengelolaan limbah rumah tangga.

Menurutnya, sepanjang kuartal pertama 2026, mulai Januari hingga Maret, wilayah Jakarta Barat berhasil mengumpulkan sekitar 30 ribu liter minyak jelantah.

Jumlah tersebut menempatkan Jakarta Barat sebagai wilayah pengumpul minyak jelantah terbesar kedua di DKI Jakarta setelah Jakarta Selatan.

“Kami mengelola minyak jelantah ini secara bertanggung jawab untuk diekspor maupun diolah di dalam negeri menjadi bahan bakar ramah lingkungan seperti biodiesel atau biofuel,” kata Muhammad Abdel Achrian.

Ia menjelaskan, hasil pengelolaan minyak jelantah kemudian dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk dana sosial yang digunakan untuk berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan warga.

BACA JUGA  Pemkot Jakarta Pusat Pastikan Stok LPG 3 Kg di Gambir Aman dan Dijual Sesuai HET

Program tersebut mencakup santunan pendidikan, bantuan kesehatan, penyediaan alat kebersihan lingkungan, hingga dukungan terhadap kegiatan urban farming di kawasan permukiman warga.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat berharap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga semakin meningkat sekaligus memperkuat budaya hidup ramah lingkungan di Jakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER