voice of Jakarta | sudis Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat mencatat telah menangani sebanyak 703 pohon sepanjang April 2026. Penanganan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keselamatan akibat pohon rawan tumbang di tengah cuaca ekstrem yang masih terjadi di Ibu Kota.
Kepala Sudis Tamhut Jakarta Barat, Dirja Kusuma, mengatakan penanganan tersebut meliputi pemangkasan ringan, pemangkasan sedang, pemangkasan berat, penebangan, hingga evakuasi pohon tumbang dan sempal.
“Total pohon yang kami tangani selama April 2026 mencapai 703 pohon,” ujar Dirja saat dikonfirmasi, Rabu (8/4).
Menurut Dirja, jenis pohon yang ditangani cukup beragam, di antaranya pohon angsana, akasia, beringin, mangga, asam kranji, jambu air, ketapang, glodokan, hingga petai Cina.
Dari total penanganan tersebut, Sudis Tamhut Jakarta Barat melakukan pemangkasan ringan terhadap 290 pohon, pemangkasan sedang pada 286 pohon, serta pemangkasan berat terhadap 94 pohon.
Selain itu, sebanyak 25 pohon ditebang karena dinilai berpotensi membahayakan lingkungan sekitar. Petugas juga menangani tiga kasus pohon sempal dan lima pohon tumbang di sejumlah titik wilayah Jakarta Barat.
Dirja menambahkan, pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan personel di lapangan melalui satuan pelaksana (satpel) dan pasukan hijau yang tersebar di delapan kecamatan.
“Selain tim tingkat kota, kami memiliki satpel beserta satgas di setiap kecamatan yang selalu siaga apabila ada laporan pohon yang perlu segera ditindaklanjuti,” katanya.
Langkah penanganan pohon ini dilakukan untuk menjaga keamanan warga sekaligus memastikan ruang terbuka hijau di Jakarta Barat tetap terawat dan aman, terutama memasuki periode cuaca tidak menentu.



