Terjadi Ledakan di Masjid Pesona Regency Jember Saat Tarawih, Polisi Turun Tangan Selidiki Sumber Ledakan

Deadline – Ledakan di Masjid Pesona Regency Jember memecah kekhusyukan salat Tarawih di Perumahan Pesona Regency, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Senin (16/3) malam. Suara dentuman keras yang terjadi saat ibadah berlangsung membuat jemaah panik dan memicu penyelidikan serius dari aparat kepolisian.

Ledakan di Masjid Pesona Regency Jember terjadi ketika para jemaah sedang menjalankan rakaat pertama pada salam ketujuh salat Tarawih. Dentuman keras yang tiba-tiba terdengar membuat sebagian jemaah terkejut dan berhamburan keluar dari area masjid.

Muadzin masjid, Kholis, yang berada di lokasi saat kejadian, mengungkapkan bahwa ledakan terjadi begitu cepat di tengah suasana ibadah yang khusyuk.

“Ledakannya terjadi saat rakaat pertama di salam ketujuh. Imam tetap melanjutkan salat, dan kami para makmum ikut melanjutkan,” kata Kholis.

Meski sempat terjadi kepanikan, sebagian jemaah tetap bertahan di dalam masjid hingga salat selesai. Sekitar enam jemaah bersama imam memilih melanjutkan ibadah hingga tuntas.

Setelah salat berakhir, para pengurus masjid langsung memeriksa sumber ledakan. Mereka menemukan kerusakan cukup serius pada bagian luar bangunan.

Kholis menjelaskan, tembok bagian utara masjid berlubang dengan diameter sekitar satu meter akibat ledakan tersebut.

“Setelah kami cek, tembok luar masjid berlubang besar. Suaranya sangat keras sampai sempat kami khawatir plafon runtuh,” ujarnya.

Ia menggambarkan kekuatan ledakan itu mirip dengan petasan berukuran sangat besar, bahkan disebutnya sebesar paha orang dewasa.

Polisi Turun Tangan, Area Masjid Dipasang Garis Polisi

Tak lama setelah kejadian, aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan di lokasi. Area masjid segera dipasang garis polisi untuk mencegah warga mendekat selama proses penyelidikan berlangsung.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Nanang Avianto, bahkan turun langsung ke lokasi kejadian pada Selasa (17/3) sekitar pukul 03.00 WIB. Kedatangannya untuk memastikan proses penyelidikan berjalan maksimal.

BACA JUGA  Tanah Bergerak di Sukabumi Rusak 114 Rumah, Ratusan Warga Mengungsi

Di lokasi, Kapolda didampingi Kapolres Jember AKBP Bobby C. Saputro yang lebih dulu berada di tempat kejadian perkara. Keduanya terlihat berjalan bersama sambil membahas situasi di sekitar masjid.

Meski demikian, hingga saat ini Kapolda belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab ledakan tersebut.

Polisi Periksa Warga dan Saksi

Sebelum kedatangan Kapolda, Kapolres Jember telah lebih dulu menggali keterangan dari sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Sedikitnya sembilan orang warga dimintai keterangan terkait peristiwa ledakan yang mengguncang masjid tersebut. Informasi dari para saksi diharapkan dapat membantu polisi mengungkap penyebab kejadian.

Namun hingga kini belum diketahui secara pasti informasi apa saja yang berhasil dihimpun dari pemeriksaan para saksi tersebut.

Diduga Berasal dari Lemari Dekat Tempat Wudu

Ketua Takmir Masjid Pesona Raya, Fadil, menyebutkan bahwa dugaan awal ledakan berasal dari sebuah lemari yang sudah lama tidak digunakan.

Lemari tersebut berada di area dekat tempat wudu laki-laki. Lokasi itu kini menjadi titik fokus penyelidikan aparat kepolisian.

“Ada lemari yang tidak dipakai di dekat tempat wudu laki-laki. Diduga dari situlah sumber ledakan,” kata Fadil.

Akibat ledakan tersebut, beberapa bagian masjid mengalami kerusakan. Di antaranya plafon, etalase, buku-buku, serta bagian roster bangunan.

Tim Gegana Sisir Lokasi Ledakan

Untuk memastikan keamanan lokasi, Tim Gegana dari kepolisian diterjunkan ke tempat kejadian. Mereka melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh.

Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma, mengatakan pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab pasti ledakan tersebut.

“Untuk saat ini kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya karena masih tahap awal penyelidikan. Kami menunggu hasil olah TKP dari tim penjinak bom,” jelas Angga.

BACA JUGA  Gunung Slamet Memanas, Radius Bahaya Diperluas 3 Km

Tidak Ada Korban Jiwa

Meski ledakan terdengar sangat keras dan menyebabkan kerusakan pada bangunan masjid, aparat memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban,” kata AKP Angga.

Namun satu orang jemaah dilaporkan mengalami gangguan pendengaran akibat kerasnya suara ledakan.

Aktivitas Masjid Sementara Dihentikan

Demi keamanan, pihak kepolisian dan pengurus masjid sepakat untuk sementara waktu menghentikan seluruh aktivitas ibadah di masjid tersebut.

Langkah ini diambil sampai penyelidikan selesai dan lokasi benar-benar dinyatakan aman bagi masyarakat.

Sampai pukul 00.46 WIB, polisi masih melakukan olah TKP dan penjagaan ketat di sekitar lokasi. Sejumlah pejabat Polres Jember, termasuk Kasat Reskrim, Kasat Reskoba, dan Kasatlantas, terlihat berada di tempat kejadian untuk memantau proses penyelidikan.

Sementara itu, warga sekitar berharap penyebab ledakan segera terungkap agar suasana ibadah Ramadan di lingkungan mereka bisa kembali tenang dan aman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER