Perang Iran Memanas: Serangan AS–Israel Hantam Kilang Minyak, Korban Tewas Tembus 1.332 Orang

Deadline – Perang Iran memasuki hari kesembilan dengan eskalasi konflik yang semakin luas. Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan besar-besaran ke berbagai wilayah Iran, termasuk untuk pertama kalinya menargetkan depot penyimpanan minyak dan fasilitas pengolahan bahan bakar.

Serangan terbaru terjadi pada Sabtu malam ketika depot minyak Shehran di pinggiran Teheran dilaporkan terbakar hebat. Rekaman dari media lokal menunjukkan kobaran api besar membumbung tinggi setelah fasilitas energi tersebut dihantam serangan udara.

Militer Israel mengklaim serangan itu menyasar fasilitas penyimpanan bahan bakar yang diduga berkaitan dengan militer Iran. Sejak operasi militer dimulai pada 28 Februari, jumlah korban tewas dilaporkan telah mencapai 1.332 orang.

Ultimatum Trump: Iran Diminta Menyerah Tanpa Syarat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras terhadap Iran. Ia menegaskan bahwa perang masih akan berlangsung untuk sementara waktu.

Trump juga menuntut “penyerahan tanpa syarat” dari Iran. Menurutnya, Washington tidak sedang mencari kompromi atau kesepakatan dengan Teheran.

Pemerintah Gedung Putih sebelumnya memperkirakan operasi militer yang dipimpin AS dapat berlangsung antara empat hingga enam minggu.

Iran Balas Serangan ke Pangkalan AS dan Negara Teluk

Di sisi lain, Iran terus melakukan serangan balasan. Targetnya tidak hanya Israel tetapi juga aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Serangan rudal dan drone dilaporkan masuk ke wilayah Qatar, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Kuwait menyatakan dua personel keamanan perbatasan tewas saat bertugas setelah wilayahnya terkena serangan.

Bandara internasional Kuwait serta kantor jaminan sosial juga mengalami kebakaran akibat serangan tersebut.

Sementara itu Arab Saudi menyebut pihaknya berhasil menggagalkan serangan drone yang menargetkan kawasan diplomatik di ibu kota Riyadh.

BACA JUGA  Perang Iran: Internet Diputus Total Saat Warga Bertahan di Tengah Krisis

Ancaman di Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak

Situasi perang juga berdampak pada jalur energi global. Militer Iran menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka, namun memperingatkan akan menyerang kapal Amerika Serikat atau Israel yang melintas.

Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak dunia. Ketegangan di kawasan ini langsung memicu gejolak pasar energi.

Dalam satu minggu perang, harga minyak mentah Brent melonjak hingga 27 persen, kenaikan terbesar sejak pandemi COVID-19 pada 2020.

Serangan Sekolah Diduga Kejahatan Perang

Kelompok pemantau hak asasi manusia menyoroti serangan mematikan terhadap sebuah sekolah dasar di Iran selatan.

Organisasi Human Rights Watch menyatakan serangan yang menewaskan setidaknya 160 orang, termasuk banyak anak sekolah, harus diselidiki sebagai kemungkinan kejahatan perang.

Investigasi media internasional menemukan indikasi bahwa sekolah tersebut kemungkinan sengaja dijadikan target serangan udara.

Israel Dibombardir Rudal Iran

Militer Israel juga melaporkan beberapa gelombang serangan rudal dari Iran. Sirene serangan udara berbunyi di wilayah selatan Israel termasuk kawasan Gurun Negev.

Pasukan elit Iran Islamic Revolutionary Guard Corps menyebut serangan itu sebagai gelombang ke-27 Operasi True Promise.

Serangan ini merupakan bagian dari aksi balasan Iran terhadap kampanye militer Amerika Serikat dan Israel.

Konflik Meluas ke Lebanon dan Irak

Perang juga mulai merembet ke negara lain di kawasan Timur Tengah. Serangan udara Israel menghantam sebuah hotel di pusat Beirut, Lebanon, yang menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai sepuluh lainnya.

Israel mengklaim target serangan adalah komandan penting dari pasukan Quds yang disebut sedang beroperasi di kota tersebut.

Kelompok bersenjata Hezbollah kemudian menyatakan telah menyerang posisi militer Israel di wilayah selatan Lebanon.

Sementara itu di Irak utara, pasukan Peshmerga Kurdi dilaporkan menembak jatuh sebuah drone di wilayah Sulaimaniyah di tengah meningkatnya serangan udara di kawasan tersebut.

BACA JUGA  Donald Trump Desak Arab Saudi Akui Israel, Klaim Iran Mulai Melemah Drastis

Iran Siapkan Pemimpin Baru

Di tengah perang yang berkecamuk, Iran juga menghadapi dinamika politik internal. Seorang anggota Majelis Ahli Iran, Mohammad‑Mahdi Mirbagheri, mengisyaratkan keputusan mengenai pengganti pemimpin tertinggi yang terbunuh hampir selesai.

Menurutnya, para pemimpin Iran telah mencapai “keputusan yang tegas dan bulat” mengenai kepemimpinan baru negara tersebut.

Dampak Global Semakin Besar

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini tidak lagi terbatas pada satu wilayah. Serangan dan ancaman militer telah menjalar ke negara-negara Teluk, Lebanon, dan Irak.

Banyak warga sipil mulai meninggalkan wilayah konflik. Di Beirut, sejumlah sekolah bahkan diubah menjadi tempat penampungan sementara bagi pengungsi.

Dengan eskalasi militer yang terus meningkat dan ancaman terhadap jalur energi dunia, perang ini berpotensi menjadi konflik terbesar di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER