Rusia dan Belarus Gelar Latihan Nuklir Gabungan, Ketegangan NATO Kian Memanas

Moscow-voice of Jakarta | Rusia dan Belarus resmi memulai latihan nuklir gabungan di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Moskow dan NATO di kawasan Eropa Timur.

Kementerian Pertahanan Belarus pada Senin mengumumkan bahwa latihan tersebut difokuskan pada manuver jarak jauh, penempatan tersembunyi, serta simulasi kesiapan peluncuran senjata dari lokasi yang tidak terjadwal.

Latihan ini melibatkan pasukan rudal dan Angkatan Udara kedua negara. Unit militer Rusia dan Belarus akan berlatih memindahkan sistem persenjataan menuju lokasi peluncuran simulasi sekaligus mempersiapkan penggunaannya dalam kondisi tempur.

Moskow sebelumnya telah menempatkan senjata nuklir di Belarus pada 2023 setelah permintaan berulang dari Minsk. Tahun lalu, Rusia juga mengerahkan sistem rudal hipersonik Oreshnik yang mampu membawa hulu ledak nuklir ke wilayah Belarus.

Pemerintah Belarus menyebut meningkatnya aktivitas militer NATO di kawasan Eropa, khususnya di Polandia, sebagai alasan utama penguatan pertahanan tersebut.

Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, sebelumnya mengatakan negaranya “tidak memiliki pilihan lain” selain memperkuat kemampuan militer di tengah peningkatan kekuatan NATO di perbatasan timur Eropa.

Di sisi lain, media Polandia melaporkan bahwa Warsawa dan Prancis tengah mempersiapkan latihan militer bersama yang mensimulasikan serangan konvensional dan nuklir terhadap Rusia dan Belarus.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, bahkan disebut tidak menutup kemungkinan pengerahan pesawat tempur pembawa senjata nuklir ke Polandia dalam beberapa bulan mendatang.

Sementara Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, menegaskan bahwa kerja sama militer negaranya dengan Prancis akan terus diperkuat di bidang pertahanan dan nuklir.

Meski demikian, Belarus menegaskan latihan yang berlangsung saat ini merupakan agenda militer rutin dan tidak ditujukan kepada pihak ketiga mana pun.

Kremlin sendiri berulang kali membantah tuduhan Barat bahwa Rusia berencana menyerang NATO. Moskow justru menilai peningkatan latihan nuklir negara-negara Eropa sebagai bentuk eskalasi militer yang dapat memperburuk stabilitas keamanan kawasan.

BACA JUGA  Rudal Iran Menggila! Tel Aviv Porak-Poranda, Israel Sensor Ketat Media Saat Serangan Berlanjut

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER