MOSKOW – voice of jakarta | Rusia mengklaim berhasil menggagalkan serangan udara terbesar yang dilancarkan Ukraina menggunakan pesawat tanpa awak (drone), dengan menembak jatuh dan melumpuhkan lebih dari 600 drone dalam operasi pertahanan yang berlangsung semalam. Serangan tersebut disebut menyasar lebih dari 20 wilayah Rusia, termasuk ibu kota Moskow, sementara infrastruktur energi di Semenanjung Krimea dilaporkan mengalami gangguan.
Kementerian Pertahanan Rusia pada Senin menyatakan sistem pertahanan udara berhasil mencegat ratusan drone Ukraina dalam apa yang disebut sebagai salah satu gelombang serangan terbesar sejak perang berlangsung.
Menurut kementerian tersebut, operasi pertahanan tidak hanya mengandalkan sistem rudal antipesawat, tetapi juga memanfaatkan teknologi peperangan elektronik untuk melumpuhkan sebagian drone sebelum mencapai target.
Di Moskow, Wali Kota Sergey Sobyanin mengatakan sedikitnya 11 drone berhasil dicegat di sekitar ibu kota sebelum memasuki wilayah kota. Hingga saat ini, otoritas Rusia menyatakan tidak ada laporan mengenai kerusakan besar maupun korban jiwa akibat serangan tersebut.
Gangguan Listrik di Krimea
Dampak serangan juga dirasakan di Semenanjung Krimea, wilayah yang dianeksasi Rusia pada 2014 dan masih menjadi titik sengketa dalam konflik dengan Ukraina.
Operator jaringan listrik Krymenergo melaporkan pemadaman listrik terjadi di sejumlah wilayah setelah jaringan tegangan tinggi mengalami gangguan yang disebut dipicu oleh faktor eksternal.
Gubernur Sevastopol, Mikhail Razvozhaev, mengatakan infrastruktur energi menjadi sasaran serangan drone sehingga menyebabkan terputusnya pasokan listrik di beberapa kawasan. Namun, pada Senin pagi sebagian besar aliran listrik ke kawasan permukiman dilaporkan telah dipulihkan.
Ukraina Tingkatkan Serangan Drone Jarak Jauh
Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina meningkatkan penggunaan drone jarak jauh untuk menyerang berbagai fasilitas di wilayah Rusia. Strategi tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya Kyiv memperluas tekanan terhadap infrastruktur militer dan logistik Rusia.
Sementara itu, Rusia menyatakan pasukannya terus mencatat kemajuan di garis depan pertempuran, termasuk menguasai sejumlah wilayah strategis di kawasan Donbass.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengatakan meningkatnya serangan terhadap wilayah Rusia akan menjadi pertimbangan bagi Moskow untuk memperluas zona keamanan di sekitar daerah perbatasan.
Rusia Klaim Luncurkan Serangan Balasan
Sebagai respons, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke sejumlah sasaran yang diklaim sebagai fasilitas militer Ukraina.
Menurut pernyataan resmi, target operasi meliputi industri pertahanan, lokasi produksi drone, fasilitas energi yang mendukung operasi militer, serta beberapa pangkalan udara di wilayah Kyiv, Dnipropetrovsk, Poltava, Cherkasy, dan Chernihiv.
Klaim Belum Dapat Diverifikasi Secara Independen
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi independen mengenai jumlah drone yang berhasil ditembak jatuh maupun tingkat kerusakan yang dialami kedua belah pihak.
Seperti dalam banyak perkembangan konflik Rusia–Ukraina, klaim yang disampaikan Moskow maupun Kyiv masih sulit diverifikasi secara independen karena keterbatasan akses ke wilayah pertempuran dan perbedaan informasi yang dirilis masing-masing pihak.



