Gempa M5,9 Guncang Perairan Kepulauan Seribu, BPBD DKI Pastikan Tak Picu Tsunami

voice of jakarta | Gempa bumi dengan magnitudo sekitar 5,9 mengguncang wilayah perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 04.23 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memastikan gempa tersebut tidak memicu tsunami maupun kerusakan fisik berarti.

Kepala BPBD DKI Jakarta, Maruli Sijabat, mengatakan episentrum gempa berada di koordinat 5,81 derajat Lintang Selatan dan 106,56 derajat Bujur Timur, sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu.

“Episentrum gempa ada di kedalaman 376 kilometer,” kata Maruli, Sabtu (12/9). Menurutnya, pusat gempa berada di sebelah utara Pulau Payung Besar, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

Berdasarkan lokasi episentrum dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa bumi dalam yang berkaitan dengan aktivitas intraslab. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan sesar dengan mekanisme geser turun atau oblique normal.

Maruli mengatakan, hingga sekitar pukul 05.00 WIB, hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

BMKG, kata dia, masih terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan dan menyampaikan informasi terbaru kepada pemerintah daerah, pemangku kepentingan serta masyarakat.

Hasil verifikasi BPBD DKI Jakarta di lapangan menunjukkan tidak ditemukan kerusakan fisik akibat gempa tersebut.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak mengabaikan kesiapsiagaan bencana. Maruli mengimbau warga tetap tenang, waspada, serta mengandalkan informasi dari kanal resmi pemerintah.

Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai langkah yang perlu dilakukan ketika gempa terjadi.

Jika berada di dalam bangunan, warga diminta melindungi kepala dan tubuh dari benda atau reruntuhan yang jatuh. Masyarakat dapat berlindung di bawah meja yang kokoh dan tidak terburu-buru keluar ketika guncangan masih berlangsung kuat.

Sementara bagi warga yang berada di luar bangunan, disarankan menjauh dari gedung, tiang listrik, pohon, maupun benda lain yang berpotensi roboh.

BACA JUGA  Pidato Kenegaraan Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Senayan

Bagi pengendara, kecepatan kendaraan perlu dikurangi dan kendaraan dihentikan di lokasi yang aman. Jika terdapat risiko pergeseran tanah atau kebakaran, warga diminta keluar dari kendaraan dan menjauh dari lokasi berbahaya.

Masyarakat yang berada di kawasan pantai juga diminta segera menjauh menuju tempat yang lebih tinggi apabila merasakan gempa kuat atau berlangsung lama sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tsunami.

Sedangkan warga di wilayah pegunungan diminta menjauhi kawasan yang berpotensi mengalami longsor.

Setelah guncangan berhenti, BPBD mengimbau masyarakat keluar dari bangunan secara tertib menggunakan tangga dan tidak menggunakan lift.

Warga juga diminta memeriksa kondisi orang-orang di sekitar dan memberikan pertolongan pertama apabila diperlukan.

Potensi kebakaran, kebocoran gas, korsleting listrik, serta bahaya lain setelah gempa juga perlu diwaspadai. Masyarakat tidak disarankan memasuki bangunan yang mengalami kerusakan karena masih berpotensi roboh.

Informasi mengenai perkembangan gempa dan kemungkinan gempa susulan diminta diperoleh melalui kanal resmi BMKG, PVMBG, BPBD, serta pemerintah daerah.

Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan Jakarta Siaga 112.

Maruli juga menyinggung isu megathrust dan sesar aktif yang belakangan berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, isu tersebut harus menjadi pengingat untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana, bukan menjadi alasan bagi masyarakat untuk panik.

Ia menegaskan tidak ada pihak yang dapat mengetahui secara pasti kapan gempa akan terjadi maupun memprediksi tanggal terjadinya gempa.

Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama BMKG dan seluruh unsur terkait terus memperkuat mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Maruli meminta masyarakat memulai kesiapsiagaan dari hal-hal sederhana, termasuk mengetahui lokasi aman, memahami jalur evakuasi, menyiapkan keluarga, dan memahami tindakan yang harus dilakukan ketika gempa terjadi.

BACA JUGA  Waspada! Bencana Longsor Mengancam Sejumlah Wilayah di Kota Jakarta

“Tahu tempat aman, tahu jalur evakuasi, menyiapkan keluarga dan memahami apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER