VOICE OF JAKARTA | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya kolaborasi, keterbukaan, dan kepercayaan antara pemerintah daerah dengan jajaran Forkopimda untuk menjaga pembangunan dan keamanan Jakarta.
Pramono menyebut sinergi tersebut menjadi salah satu kunci dalam melanjutkan berbagai proyek infrastruktur yang sebelumnya sempat tertunda.
Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri acara lepas sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi DKI Jakarta di Gedung Menara BP Jamsostek, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (14/8).
“Maka dalam hal kerja sama yang baik, kolaborasi, keterbukaan, membangun trust, membangun rasa percaya itu menjadi sangat penting,” ujar Pramono.
Ia mencontohkan sejumlah proyek yang dapat dilanjutkan melalui sinergi antarlembaga, termasuk pembangunan LRT Jakarta, MRT Jakarta, serta rumah sakit internasional di lahan Sumber Waras.
Menurut Pramono, kolaborasi juga memungkinkan Pemprov DKI membangun sejumlah fasilitas publik melalui skema pembiayaan kreatif tanpa sepenuhnya membebani APBD.
Untuk menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif, ia menilai koordinasi Forkopimda harus terus diperkuat.
“Koordinasi Forkopimda itu menjadi sangat penting. Dalam banyak hal, tanpa perlu rapat yang terlalu rumit,” katanya.
Pramono menyebut sinergi tersebut turut mendukung berbagai capaian Jakarta, termasuk Indeks Pembangunan Manusia yang mencapai 85 dan kondisi pertumbuhan ekonomi yang membaik dengan inflasi sekitar 2,5 persen.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta Sutikno menegaskan komitmen Kejaksaan untuk melanjutkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Kejaksaan tidak akan bisa berjalan sendirian. Jadi kita harus bahu-membahu bersama-sama, saling koordinasi, kolaborasi,” ujar Sutikno.
Menurutnya, sinergi antarlembaga diperlukan untuk memastikan tugas masing-masing dapat berjalan dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.



