Subsidi BBM Terancam: Anggaran MBG Diminta Dipangkas Saat Indonesia Dilanda Krisis Energi Global

Deadline – Konflik Timur Tengah mulai menekan kebijakan energi Indonesia. Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu risiko krisis energi global. Dampaknya bisa langsung terasa pada harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri.

Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia terancam terganggu. Jika pasokan tersendat, harga minyak global berpotensi melonjak cepat.

Anggaran MBG Disorot, Subsidi BBM Harus Diselamatkan

Subsidi BBM menjadi fokus utama. Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, meminta pemerintah mengalihkan anggaran dari program besar.

Ia menilai, pemerintah tidak perlu langsung menaikkan harga BBM atau LPG. Langkah awal yang lebih aman adalah menggeser anggaran.

Program yang disorot adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap Rp335 triliun pada 2026. Selain itu, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga masuk daftar evaluasi.

Bhima menyebut, total penghematan dari program tersebut bisa mencapai Rp340 triliun. Dana itu dinilai cukup untuk menjaga subsidi energi tetap stabil sekaligus menahan pelebaran defisit APBN.

Ia juga mendorong pembahasan APBN Perubahan di DPR untuk menyesuaikan kondisi krisis.

Harga BBM Naik Bisa Pukul Daya Beli

Pandangan serupa datang dari ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet.

Ia menilai kenaikan harga BBM sebaiknya menjadi opsi terakhir. Dampaknya langsung ke inflasi dan daya beli masyarakat.

Menurut Yusuf, langkah awal yang harus dilakukan pemerintah adalah menjaga tekanan fiskal. Caranya dengan memastikan subsidi energi tetap tepat sasaran dan mengurangi kebocoran.

Efisiensi belanja negara juga dinilai penting. Program dengan anggaran besar, seperti MBG, dianggap memiliki ruang untuk disesuaikan.

BACA JUGA  71 Mobil Impor India untuk Operasional KDMP Sudah Berjejer di Halaman Kodim 0724/Boyolali

Ia menegaskan, penyesuaian bukan berarti program tersebut tidak penting. Pemerintah hanya perlu mengatur ulang kecepatan pelaksanaan dan targetnya agar lebih fleksibel.

Negara Tetangga Sudah Naikkan Harga BBM

Tekanan energi sudah terlihat di kawasan Asia. Beberapa negara mulai menaikkan harga BBM:

  • Kamboja naik sekitar 10 persen menjadi USD1,05 per liter
  • Vietnam, Laos, dan Filipina naik 6 persen hingga 8 persen
  • Singapura menjadi acuan harga melalui Mean of Platts Singapore (MOPS)

Kenaikan ini dipicu fluktuasi harga minyak olahan di pasar regional.

Indonesia Pilih Tahan Harga, Siapkan WFH

Pemerintah Indonesia belum menaikkan harga BBM. Sebagai langkah awal, pemerintah menyiapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Skema WFH direncanakan berlaku satu hari per minggu dan bisa diperluas ke sektor swasta. Kebijakan ini diperkirakan mampu menekan konsumsi BBM hingga 20 persen.

Namun, efektivitasnya masih diperdebatkan karena tidak semua sektor bisa menerapkan sistem kerja jarak jauh.

Tekanan Fiskal Jadi Kunci Keputusan

Lonjakan harga energi bisa memperbesar beban subsidi. Jika tidak diimbangi penyesuaian anggaran, defisit APBN berisiko melebar.

Di tengah kondisi ini, pemerintah menghadapi dua pilihan sulit. Menahan harga BBM dengan konsekuensi beban fiskal meningkat, atau menaikkan harga dengan risiko daya beli turun.

Ekonom menilai, pengalihan anggaran menjadi solusi cepat untuk meredam dampak krisis tanpa menekan masyarakat secara langsung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER