Voice of Jakarta | Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor, menerima perwakilan Serikat Federasi Perjuangan Buruh Global Indonesia (FSPGI) di ruang Sekretariat Wakil Menteri lantai dua Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin (25/05/2026).
Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam itu membahas dugaan praktik union busting di PT Indonesia Epson Industry yang dilaporkan oleh serikat pekerja.
Dalam diskusi tersebut, FSPGI menyampaikan sejumlah tuntutan terkait skorsing terhadap pekerja, pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), hingga dugaan pelanggaran hak-hak normatif pekerja di perusahaan.
Afriansyah Noor mendengarkan langsung aspirasi para buruh dan menyatakan laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh kementerian.

Kemenaker Akan Kirim Tim ke PT Indonesia Epson Industry
Usai pertemuan, Afriansyah Noor bersama Presiden FSPGI, Abdul Bais, menemui massa aksi yang menggelar demonstrasi di halaman kantor Kementerian Ketenagakerjaan.
Di hadapan para demonstran, Wakil Menteri menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil langkah lanjutan atas laporan yang diterima dari FSPGI.
“Siang ini kami telah menerima laporan yang disampaikan Presiden FSPGI terkait dugaan union busting di PT Indonesia Epson Industry. Tuntutan yang disampaikan sudah kami jawab dan insyaallah akan kami tindak lanjuti serta diteruskan kepada pihak-pihak terkait,” kata Afriansyah Noor dalam orasinya.
Ia juga mengapresiasi solidaritas para buruh terhadap 12 pekerja yang disebut terdampak persoalan ketenagakerjaan di perusahaan tersebut.
Menurutnya, bentuk solidaritas pekerja perlu disikapi secara serius agar penyelesaian konflik industrial dapat berlangsung secara adil dan terbuka.
Aksi demonstrasi tersebut dikawal sekitar 400 personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan. Kepala Satuan Intelkam Polres Metro Jakarta Selatan, Dwi Susanto, menjelaskan bahwa unjuk rasa yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai berjalan aman, lancar, dan tertib.
Menurutnya, kondusifnya jalannya aksi tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara massa demonstran, aparat kepolisian, serta pihak Kementerian Ketenagakerjaan RI dalam menjaga situasi tetap terkendali selama penyampaian aspirasi berlangsung.
Pemerintah Dorong Mediasi antara Serikat Pekerja dan Manajemen
Kementerian Ketenagakerjaan RI dalam waktu dekat disebut akan mengirimkan tim ke PT Indonesia Epson Industry guna melihat langsung pelaksanaan hubungan kerja dan memediasi perselisihan yang terjadi.
“Harapan kami, tim dari kementerian dapat bermediasi agar perselisihan ini menemukan jalan terbaik,” ujar Afriansyah Noor.
Ia juga berharap FSPGI dapat menjadi jembatan aspirasi antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah dalam menjaga stabilitas hubungan industrial.
Dalam pidatonya, Wakil Menteri menekankan pentingnya kolaborasi antara serikat pekerja, manajemen perusahaan, dan pemerintah agar roda organisasi serta aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan baik meskipun terdapat persoalan yang belum terselesaikan.
Aksi Buruh Berlangsung Kondusif
Sementara itu, aksi demonstrasi yang berlangsung di depan kantor Kementerian Ketenagakerjaan berjalan tertib dan kondusif di bawah pengawalan aparat keamanan.
Massa buruh membawa tuntutan agar pemerintah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem ketenagakerjaan di PT Indonesia Epson Industry, termasuk evaluasi pelaksanaan PKWT dan dugaan tindakan pemberangusan serikat pekerja.
SFPGI berharap langkah pemerintah tidak berhenti pada mediasi, tetapi juga menghasilkan kepastian hukum dan perlindungan nyata bagi para pekerja.



