voice of jakaarta | Pemerintah terus mendorong pertumbuhan sektor waralaba nasional sebagai salah satu instrumen penting dalam memperluas kewirausahaan dan menciptakan lapangan kerja baru. Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa inovasi menjadi faktor utama yang harus terus dikembangkan oleh pelaku usaha waralaba lokal agar mampu bersaing di tengah perubahan tren konsumen dan kompetisi bisnis yang semakin ketat.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Perdagangan saat meresmikan gerai Pak Gembus SPOT (+) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2026). Acara tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal S. Shofwan, CEO Ayam Gepuk Pak Gembus Westi Fitriani, serta Direktur Operasional Ayam Gepuk Pak Gembus Maria Barnomo.
“Kami melihat inovasi waralaba, khususnya di sektor kuliner, sebagai langkah strategis untuk menjawab perubahan preferensi konsumen. Langkah ini sekaligus memperkuat daya saing usaha di tengah persaingan industri kuliner yang semakin kompetitif,” kata Budi Santoso.
Menurutnya, Kementerian Perdagangan akan terus mendukung pengembangan merek-merek waralaba lokal agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memperluas jangkauan bisnisnya, baik di pasar domestik maupun internasional.
Pak Gembus SPOT (+), Strategi Menjawab Tren Konsumen Modern
Ayam Gepuk Pak Gembus menjadi salah satu contoh waralaba kuliner lokal yang dinilai berhasil beradaptasi dengan dinamika pasar. Melalui peluncuran konsep baru Pak Gembus SPOT (+), perusahaan menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih modern dengan layanan cepat serta pilihan menu yang menyesuaikan tren gaya hidup urban.
Konsep tersebut melanjutkan inovasi sebelumnya melalui peluncuran Pak Gembus Signature pada 2025 yang menyasar segmen konsumen premium.
Budi Santoso menilai langkah tersebut menunjukkan bagaimana inovasi dapat menjadi strategi bisnis yang efektif dalam mempertahankan relevansi merek sekaligus memperkuat posisi di pasar yang semakin kompetitif.
Sukses Ekspansi Internasional, Miliki Lebih dari 560 Gerai
Keberhasilan Ayam Gepuk Pak Gembus tidak hanya terlihat di pasar domestik. Hingga pertengahan 2026, jaringan waralaba tersebut telah mengoperasikan 460 gerai di Indonesia dan 102 gerai di Malaysia.
Menariknya, seluruh bumbu utama yang digunakan di Malaysia tetap dipasok langsung dari Indonesia, memperkuat rantai nilai produk nasional di pasar luar negeri.
Di Malaysia, Ayam Gepuk Pak Gembus juga mencatatkan sejumlah prestasi yang diakui dalam Malaysia Book of Records, termasuk sebagai merek “Ayam Gepuk” bersertifikat halal pertama di negara tersebut serta jaringan restoran ayam gepuk terbesar di Malaysia.
Pencapaian tersebut menjadi contoh bagaimana merek lokal Indonesia mampu membangun daya saing dan reputasi di pasar internasional.
Program Pendampingan Kemendag Dorong Pertumbuhan Waralaba Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan mengungkapkan bahwa salah satu upaya pemerintah memperkuat sektor waralaba dilakukan melalui Program Pendampingan Waralaba Nasional (PWN) yang berjalan pada periode 2021–2025.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha melalui penguatan sistem bisnis, manajemen, hingga operasional waralaba.
Ayam Gepuk Pak Gembus menjadi salah satu peserta yang berhasil memanfaatkan program tersebut. Melalui pendampingan yang diberikan, perusahaan memperoleh Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) resmi pada 3 Desember 2021.
Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa dukungan pemerintah dapat membantu pelaku usaha lokal mempercepat pertumbuhan dan ekspansi bisnis.
Rasio Wirausaha Indonesia Masih Perlu Ditingkatkan
Budi Santoso mengungkapkan bahwa rasio kewirausahaan Indonesia saat ini berada di angka sekitar 3,29 persen dari total angkatan kerja. Angka tersebut masih berada di bawah standar yang umumnya dimiliki negara maju.
Pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan nasional dapat meningkat hingga mencapai 10 hingga 12 persen dalam jangka panjang.
Menurutnya, model bisnis waralaba menjadi salah satu solusi efektif untuk mempercepat lahirnya pelaku usaha baru karena menawarkan sistem usaha yang telah teruji dan memiliki tingkat risiko yang lebih terukur.
“Waralaba merupakan salah satu model bisnis yang terbukti efektif dalam mendorong lahirnya wirausaha baru. Melalui sistem yang telah teruji, waralaba memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memulai usaha dengan peluang keberhasilan yang lebih besar,” ujarnya.
Kemendag Siapkan Dukungan Ekspansi Global
Selain membangun ekosistem bisnis yang sehat di dalam negeri, Kementerian Perdagangan juga berkomitmen membantu waralaba lokal menembus pasar internasional.
Dukungan tersebut mencakup fasilitasi promosi dagang, diplomasi ekonomi, akses informasi pasar strategis, hingga berbagai program penguatan kapasitas usaha yang berorientasi ekspor.
Pendiri Ayam Gepuk Pak Gembus, Rido Nurul Adityawan, menyambut baik dukungan berkelanjutan pemerintah terhadap perkembangan industri waralaba nasional.
“Harapan kami, pemerintah terus hadir menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha waralaba lokal, baik melalui kemudahan regulasi, akses pembiayaan, maupun pendampingan pengembangan usaha. Karena bagi kami, waralaba bukan hanya bisnis, tetapi juga cara menciptakan peluang, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi bangsa,” kata Rido.
Dengan semakin banyaknya waralaba lokal yang berhasil berkembang hingga pasar global, pemerintah optimistis sektor ini dapat menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia.



