Keracunan MBG Terulang: 72 Siswa Tumbang, BGN Minta Maaf

DeadlineKeracunan MBG kembali terjadi di kawasan Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur. Puluhan siswa dari empat sekolah mengalami gejala gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis.

Keracunan MBG ini memicu respons cepat pemerintah. Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf dan memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung penuh. Langkah tegas langsung diambil dengan menghentikan operasional dapur penyedia makanan.

Insiden bermula pada Kamis, 2 April 2026. Pihak sekolah melaporkan puluhan siswa mengalami sakit perut, mual, muntah, dan diare setelah menyantap makanan yang dibagikan. Sehari kemudian, jumlah korban terus bertambah.

Keracunan MBG menyasar empat sekolah, yaitu SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07. Para korban dirawat di RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan RS Harum.

Data sementara mencatat sekitar 60 hingga 72 siswa dirawat intensif. Sementara informasi lain menyebut total terdampak, termasuk siswa dan guru, bisa mencapai sekitar 135 orang.

Menu yang dikonsumsi saat kejadian meliputi spaghetti bolognese, bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, dan buah stroberi. Dugaan awal mengarah pada kualitas makanan yang tidak lagi segar saat dikonsumsi.

Keracunan MBG diduga dipicu jeda waktu distribusi. BGN menemukan adanya selang waktu cukup lama antara proses memasak dan konsumsi. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan.

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menyatakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lokasi tersebut langsung disetop. Hasil penelusuran menunjukkan dapur belum memenuhi standar operasional, terutama pada tata letak dan sistem pengolahan.

“Operasional kami hentikan sementara karena belum sesuai standar,” ujarnya pada Sabtu, 4 April 2026.

BACA JUGA  Gunung Semeru Meletus, Lahar Mengancam hingga 17 Km

Keracunan MBG juga mendapat perhatian langsung pemerintah daerah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turun ke lapangan dan mengunjungi korban di RSKD Duren Sawit. Ia memastikan seluruh siswa mendapat penanganan medis yang optimal.

Pramono menyebut dugaan awal memang mengarah pada menu spaghetti. Namun ia menegaskan hasil pasti menunggu uji laboratorium agar tidak terjadi kesimpulan prematur.

Saat ini kondisi korban dilaporkan stabil dan terus membaik. Sebagian besar pasien diperkirakan pulih dalam satu hingga dua hari ke depan.

Keracunan MBG menjadi alarm serius soal keamanan pangan. Pemerintah memastikan pengawasan akan diperketat, terutama pada standar dapur, distribusi, dan waktu penyajian makanan.

Kasus ini memperlihatkan pentingnya kontrol kualitas dalam program makan massal. Evaluasi menyeluruh kini menunggu hasil laboratorium sebagai dasar perbaikan sistem ke depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER