Deadline – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta PBB atau Perserikatan Bangsa-Bangsa menghentikan penugasan misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Permintaan ini muncul setelah tiga prajurit TNI gugur akibat serangan Israel.
Tiga prajurit yang gugur adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon. SBY mengaku merasakan duka saat memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah mereka.
Ia menyatakan dukungan terhadap desakan pemerintah Indonesia agar PBB melakukan investigasi serius. SBY menilai PBB harus menjelaskan rangkaian insiden yang menyebabkan gugurnya prajurit Indonesia di Lebanon.
Menurutnya, investigasi di tengah konflik memang sulit, namun tetap harus dilakukan dengan hasil yang bisa dipahami dan dapat dipercaya.
SBY pernah bertugas dalam misi PBB di Bosnia pada 1995 hingga 1996 sebagai Kepala Pengamat Militer dengan pangkat Brigadir Jenderal. Ia menyebut investigasi pelanggaran gencatan senjata tetap bisa dilakukan dalam situasi konflik.
Ia menjelaskan pasukan penjaga perdamaian tidak dipersenjatai secara kuat dan tidak memiliki mandat tempur. Aturan ini mengacu pada Chapter 6 Piagam PBB. Tugas utama mereka berada di wilayah netral seperti “Blue Line”.
Ia menyebut kondisi kini berubah. Area yang sebelumnya aman telah menjadi zona perang akibat konflik antara Israel dan Hizbullah. Bahkan, pasukan Israel disebut sudah maju sekitar 7 kilometer dari garis batas.
Ia menegaskan keberadaan pasukan perdamaian di zona perang meningkatkan risiko menjadi korban. Karena itu, PBB diminta segera menghentikan penugasan atau memindahkan pasukan dari area konflik.
SBY dorong Sidang Dewan Keamanan PBB
Ia meminta Dewan Keamanan PBB segera menggelar sidang dan mengeluarkan resolusi tegas. SBY juga mengingatkan agar PBB tidak menggunakan standar ganda dalam menangani kasus ini.
SBY mengungkapkan Indonesia mulai mengirim Kontingen Garuda ke Lebanon sejak November 2006. Hingga 2026, sudah 19 kali kontingen dikirim dengan masa tugas rata-rata satu tahun.
Ia meminta prajurit TNI yang masih bertugas tetap semangat dan menjaga diri. Ia mengingatkan bahwa keluarga di Indonesia menunggu kepulangan mereka.



