Donald Trump Terancam Digulingkan: Dituding Tak Waras, Survei Anjlok Tajam

Deadline – Presiden Donald Trump kembali menjadi sorotan. Kali ini, kritik datang dari dalam negeri. Sejumlah pihak menilai kepemimpinannya memicu krisis serius, bahkan disebut tidak stabil.

Pernyataan keras muncul dari Senator Chris Murphy. Politisi Partai Demokrat itu mendesak penggunaan Amandemen ke-25 untuk mengevaluasi kelayakan Donald Trump sebagai presiden.

Murphy menyampaikan kritik melalui media sosial. Ia menilai Donald Trump tidak mampu menjalankan tugas secara normal. Ia juga menyinggung dampak kebijakan luar negeri yang dinilai berujung pada banyak korban jiwa.

Data korban disebut berasal dari konflik di Timur Tengah. Kelompok HAM berbasis AS, HRANA melaporkan 3.531 orang tewas, termasuk 1.607 warga sipil. Sementara Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah mencatat sedikitnya 1.900 korban tewas dan 20.000 luka-luka. Selain itu, 13 personel militer AS dilaporkan meninggal dalam konflik dengan Iran.

Amandemen 25 Kembali Mencuat

Amandemen ke-25 menjadi dasar hukum yang dibahas. Aturan ini dibuat setelah pembunuhan John F. Kennedy pada 1963 dan disahkan tahun 1967.

Isi aturan itu mengatur penggantian presiden jika tidak mampu menjalankan tugas. Wakil presiden bisa mengambil alih jika didukung mayoritas kabinet.

Isu ini bukan hal baru. Trump dan Joe Biden sama-sama pernah disorot terkait kondisi usia dan kebugaran. Donald Trump akan berusia 80 tahun dalam waktu dekat, sementara Biden meninggalkan jabatan pada usia 82 tahun.

Desakan penggunaan Amandemen ke-25 juga pernah muncul setelah kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari 2021. Selain itu, anggota DPR Maxine Waters sempat mengusulkan langkah serupa terkait kebijakan ekonomi Trump.

Klaim Perang Dipertanyakan

Kontroversi lain muncul dari klaim Donald Trump soal konflik Iran. Ia menyebut AS menguasai wilayah udara Iran. Namun klaim ini dipatahkan setelah dua jet tempur AS dilaporkan jatuh ditembak Iran.

BACA JUGA  Demo Besar "No Kings" Guncang AS: 8 Juta Warga Serbu Jalan, Trump Jadi Sasaran Kritik

Peristiwa ini memperkuat kritik terhadap kredibilitas presiden. Dampaknya terlihat pada tingkat kepercayaan publik yang terus menurun.

Survei Anjlok, Dukungan Melemah

Survei Napolitan News Service menunjukkan tren negatif. Hanya 40 persen responden yang menyetujui kinerja Donald Trump. Sebanyak 58 persen menyatakan tidak setuju.

Angka ini turun dari survei sebelumnya. Pada akhir Maret, tingkat persetujuan masih 45 persen. Penurunan terjadi dalam waktu kurang dari satu bulan.

Data lebih lama juga menunjukkan tren serupa. Pada awal tahun, tingkat persetujuan berada di 46 persen. Artinya terjadi penurunan konsisten dalam beberapa bulan.

Survei lain dari CNN mencatat angka lebih rendah. Hanya 35 persen responden yang menyetujui kinerja Trump, sementara 64 persen menolak.

Gedung Putih Membela

Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, membela Donald Trump. Ia menegaskan kemenangan pemilu 2024 sebagai bukti dukungan publik.

Menurutnya, hampir 80 juta warga memilih Trump. Ia juga mengklaim Trump berhasil menciptakan lapangan kerja, menekan inflasi, dan meningkatkan akses perumahan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER