Voice of Jakarta | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pentingnya kolaborasi antara komite sekolah dan kepala sekolah dalam memperkuat kualitas pendidikan di Ibu Kota. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Jakarta Timur sekaligus Sinkronisasi Pendidikan di Aula Blok C, Kompleks Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (5/5). https://voiceofjakarta.id/
Dalam sambutannya, Pramono Anung menekankan bahwa di tengah ketidakpastian global, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap menempatkan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama.
“Pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama demi menjamin layanan dasar yang berkualitas bagi seluruh warga, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial oleh sekolah saja. Diperlukan keterlibatan aktif berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, komite sekolah, orang tua, hingga pemerintah, guna menciptakan sistem pendidikan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Pramono juga menyoroti pentingnya kegiatan silaturahmi dan sinkronisasi seperti ini sebagai ruang menyelaraskan peran seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Pemprov DKI Jakarta, lanjutnya, terus memperkuat komitmen di sektor pendidikan melalui sejumlah program strategis. Di antaranya penyaluran Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga program pemutihan ijazah.
Tak hanya itu, Pemprov juga tengah merancang program beasiswa melalui skema LPDP khusus Jakarta, yang akan disinergikan dengan LPDP pusat dan berbagai pihak terkait.
“Keberlanjutan program pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun masa depan Jakarta yang lebih baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pramono mendorong komite sekolah untuk berperan lebih aktif dalam mendukung peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
Ia berharap FKKS Jakarta Timur dapat terus memperluas kolaborasi demi membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan bebas dari perundungan.
“Sekolah harus menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, berkualitas, dan menyenangkan bagi peserta didik,” tutup Pramono. https://www.jakarta.go.id/siaran-pers/6677-SP-HMS-05-2026



