kopenhagen – voice of Jakarta | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat transformasi menuju kota yang lebih nyaman, hijau, dan ramah warga melalui kunjungan kerja Rano Karno ke Pemerintah Kota Kopenhagen, Denmark, Senin (18/5).
Kopenhagen dikenal sebagai salah satu kota paling livable di dunia dengan kualitas ruang publik, transportasi, dan tata kota yang berorientasi pada kenyamanan masyarakat serta keberlanjutanhttps lingkungan.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Pemprov DKI Jakarta melakukan tiga sesi pembahasan utama bersama Pemerintah Kota Kopenhagen, mulai dari penguatan jejaring kota global, pembangunan kota berkelanjutan, hingga strategi pengembangan ekonomi perkotaan dan optimalisasi pendapatan daerah.
Pada sesi pertama, Jakarta dan Kopenhagen membahas penguatan kerja sama antarkota melalui jejaring global C40 Cities. Kedua kota diketahui aktif mendorong agenda perubahan iklim dan pembangunan kota berkelanjutan sejak bergabung sebagai anggota C40 pada 2006.
Saat ini, kedua kota juga memegang posisi strategis dalam organisasi tersebut. Lord Mayor Kopenhagen menjabat sebagai Vice Chair kawasan Eropa, sementara Pramono Anung menjadi Vice Chair kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Oseania (ESEAO).
Sesi kedua membahas strategi pembangunan Kota Kopenhagen yang menempatkan kualitas hidup masyarakat sebagai prioritas utama. Pemerintah kota setempat mengembangkan jalur sepeda, ruang terbuka publik, kawasan tepi air yang bersih, serta fasilitas publik yang mudah diakses seluruh warga.
Pendekatan pembangunan kota dilakukan dengan konsep sustainability dan go green yang disesuaikan dengan karakter masing-masing kota. Pemerintah Kota Kopenhagen menilai Jakarta sebagai kota tropis memiliki kebutuhan berbeda, termasuk ruang teduh dan area interaksi publik yang nyaman bagi masyarakat.
Pada sesi ketiga, Wagub Rano melakukan pertemuan bilateral dengan Andreas Kiel untuk membahas strategi pembangunan kota berkelanjutan, penguatan ekonomi perkotaan, pengembangan pariwisata, serta peningkatan kualitas hidup warga.
Menurut Rano, pengalaman Kopenhagen sebagai kota berusia lebih dari 900 tahun menjadi inspirasi penting bagi Jakarta dalam mengembangkan kawasan bersejarah tanpa kehilangan identitas kota.
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta tengah mempercepat revitalisasi kawasan Kota Tua melalui tim khusus yang dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 1153 Tahun 2025. Dalam struktur tersebut, Wagub Rano dipercaya sebagai Ketua Revitalisasi dan Penataan Kota Tua.
Pengembangan kawasan dilakukan bersama pemerintah pusat, pelaku usaha, komunitas, hingga sektor swasta guna menghadirkan Kota Tua sebagai kawasan sejarah yang lebih hidup, inklusif, dan menjadi bagian penting transformasi Jakarta sebagai kota global.
“Jakarta sedang memperkuat transformasi menuju kota global yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga nyaman dihuni dan tetap memiliki identitas kuat yang berpihak pada kualitas hidup masyarakat,” ujar Rano.
Sementara itu, Andreas Kiel menilai Jakarta memiliki potensi besar menjadi kota global yang inspiratif dengan tetap mengedepankan kualitas hidup masyarakat.
“Kopenhagen percaya kota yang baik bukan hanya soal pembangunan, tetapi bagaimana kota dapat menghadirkan kualitas hidup dan masa depan yang berkelanjutan bagi seluruh warga,” kata Andreas.



