voice of Jakarta | Sebanyak 250 personel gabungan melakukan operasi pengendalian ikan sapu-sapu di aliran Kanal Banjir Timur (KBT), Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (22/5). Dari kegiatan tersebut, petugas berhasil menangkap 86 kilogram ikan sapu-sapu yang selama ini dinilai mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.
Wakil Camat Duren Sawit, Andri Priwitama Maila, mengatakan langkah pengendalian dilakukan karena populasi ikan sapu-sapu di aliran KBT terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
“Ikan sapu-sapu ini selanjutnya dilakukan penanganan dengan baik sesuai arahan yang sudah diberikan,” ujar Andri, Jumat (22/5).
Ia menjelaskan, hasil tangkapan terbesar berasal dari wilayah Kelurahan Pondok Bambu dengan total mencapai 22 kilogram. Sementara di Kelurahan Malaka Jaya, petugas memperoleh 15 kilogram ikan sapu-sapu.
Adapun di Kelurahan Pondok Kelapa dan Pondok Kopi masing-masing berhasil ditangkap 12 kilogram. Sedangkan di wilayah Malaka Sari dan Klender, hasil tangkapan masing-masing mencapai delapan kilogram.
Menurut Andri, operasi tersebut melibatkan berbagai unsur di Kecamatan Duren Sawit, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), hingga unsur masyarakat setempat.
Pemerintah kecamatan menilai pengendalian populasi ikan sapu-sapu penting dilakukan demi menjaga keseimbangan habitat perairan di Kanal Banjir Timur.
“Kami merasa perlu menjaga keseimbangan ekosistem perairan di Kanal Banjir Timur. Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang dapat berkembang biak dengan cepat dan mengganggu habitat ikan lokal,” tandasnya.
Selain mengancam populasi ikan asli, keberadaan ikan sapu-sapu juga dikhawatirkan berdampak terhadap kualitas lingkungan perairan apabila populasinya tidak dikendalikan secara berkala.



