VOICE OF JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis penyelenggaraan Jakarta Sneaker Day (JSD) Blok M Festival 2026 mampu mencetak nilai transaksi yang melampaui capaian tahun sebelumnya sebesar Rp30 miliar. Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi sinyal positif bahwa sektor ekonomi kreatif Jakarta terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat meninjau pelaksanaan Jakarta Sneaker Day di Energetic Area, Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (31/7).
“Tahun lalu ketika diadakan di JCC, nilai transaksinya kurang lebih Rp30 miliar. Saya menaruh harapan besar, mudah-mudahan penyelenggaraan tahun ini bisa melampaui Rp30 miliar. Melihat antusiasme pengunjung yang luar biasa, saya yakin target tersebut bisa tercapai,” ujar Pramono.
Ekonomi Kreatif Jadi Penggerak Pertumbuhan Jakarta
Pramono menilai keberhasilan mencapai target transaksi akan menjadi indikator bahwa ekonomi kreatif semakin berperan sebagai engine of growth atau mesin penggerak pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Menurutnya, kegiatan seperti Jakarta Sneaker Day mampu membuka peluang usaha baru, memperluas pasar bagi pelaku industri kreatif, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi kreatif nasional.
Ia berharap festival tersebut terus berkembang dengan menghadirkan lebih banyak kegiatan yang melibatkan komunitas kreatif dan masyarakat.
Blok M Bertransformasi Menjadi Ruang Kreatif
Gubernur Pramono mengatakan perubahan wajah kawasan Blok M merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT MRT Jakarta, dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta.
Transformasi kawasan tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali Blok M sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat sekaligus destinasi ekonomi kreatif.
“Saya masih ingat, mungkin satu tahun yang lalu tempat ini masih sangat sepi. Saya bersama Dirut MRT dan Kepala Dinas Parekraf mendorong agar kawasan ini kembali hidup. Alhamdulillah, hari ini kita bisa melihat antusiasme pengunjung dan semaraknya Jakarta Sneaker Day. Ini menggambarkan bagaimana kehidupan ekonomi kreatif yang ada di Jakarta,” katanya.
Lebih dari Sekadar Festival Sneaker
Pramono menegaskan Jakarta Sneaker Day bukan hanya menjadi ajang berkumpulnya para pencinta sepatu olahraga (sneaker), tetapi juga menjadi ruang kolaborasi berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Festival ini menghadirkan pelaku usaha dari berbagai bidang, antara lain:
Fesyen (fashion)
Produk kecantikan (beauty)
Seni (art)
Musik
Barang koleksi (collectible items)
Kuliner
Produk kreatif lokal
Menurutnya, keberagaman tersebut menjadikan Jakarta Sneaker Day sebagai salah satu festival urban yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Sekali lagi saya mengapresiasi acara ini. Mudah-mudahan tahun depan bukan hanya 11 atau 12 kegiatan yang bisa diselenggarakan di kawasan ini, tetapi semakin banyak aktivitas kreatif yang membuat Blok M semakin hidup,” ungkap Pramono.
Festival Berlangsung Tiga Hari
Jakarta Sneaker Day Blok M Festival 2026 berlangsung mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Selama tiga hari penyelenggaraan, festival menghadirkan berbagai aktivitas yang memadukan budaya urban, ruang publik, hiburan, dan ekonomi kreatif dalam satu kawasan.
Melalui penyelenggaraan festival seperti ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kawasan Blok M semakin berkembang sebagai pusat kreativitas, ruang interaksi masyarakat, sekaligus destinasi wisata perkotaan yang mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global.



