Voice of Jakarta – Dedikasi ribuan kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara. Melalui Penganugerahan Pemenang Lomba Penilaian Kader dan Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara Tahun 2026, pemerintah memberikan penghormatan kepada para kader yang dinilai konsisten mengabdikan diri dalam meningkatkan kualitas kesehatan warga.
Acara yang berlangsung di Ruang Bahari, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Kamis (30/7/2026), mengusung tema “Kader Inspiratif, Posyandu Berkualitas, Jakarta Utara Berdaya”. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan 2026.
Kader Posyandu Disebut Pahlawan Kesehatan
Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu yang selama bertahun-tahun mendampingi masyarakat, mulai dari ibu hamil, balita, remaja hingga lansia.
Menurutnya, keberadaan kader Posyandu merupakan elemen penting dalam sistem pelayanan kesehatan primer karena mereka menjadi penghubung antara masyarakat dengan layanan kesehatan pemerintah.
“Atas nama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu yang selama ini telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan bekerja dengan sepenuh hati untuk masyarakat. Mereka adalah pahlawan kesehatan yang sesungguhnya,” kata Fredy.
Ia menegaskan bahwa transformasi Posyandu kini tidak lagi terbatas pada pelayanan balita, tetapi telah berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, remaja, hingga lanjut usia.
Peran Posyandu Semakin Strategis
Fredy menilai tantangan kesehatan masyarakat semakin kompleks, mulai dari penanganan stunting, meningkatnya penyakit tidak menular, hingga kampanye pola hidup sehat.
Karena itu, menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi, melakukan deteksi dini terhadap masalah kesehatan, serta mendorong masyarakat memanfaatkan layanan Posyandu secara rutin.
“Masalah stunting, penyakit tidak menular hingga pola hidup sehat membutuhkan kolaborasi semua pihak. Kader Posyandu menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi dan mengajak masyarakat rutin datang ke Posyandu setiap bulan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah, camat, lurah, Tim Penggerak PKK, serta masyarakat untuk memperkuat kolaborasi agar Posyandu Jakarta Utara mampu terus berprestasi hingga tingkat nasional.
653 Posyandu dan Smart Posyandu Jadi Andalan
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, dr. Murniasih Hutapea, menjelaskan bahwa sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu kini menerapkan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup dengan dukungan kader yang memiliki 25 keterampilan dasar.
Saat ini Jakarta Utara memiliki 653 Posyandu bidang kesehatan dengan 4.488 kader. Sebanyak 45,43 persen kader telah menguasai 25 keterampilan dasar, jauh melampaui target Rencana Strategis (Renstra) sebesar 20 persen.
Selain itu, Jakarta Utara juga menjadi pilot project Smart Posyandu, di mana sekitar 51 persen Posyandu telah menerapkan layanan berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas pencatatan dan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Para pemenang nantinya akan menjadi duta Jakarta Utara pada lomba tingkat Provinsi DKI Jakarta,” ujar dr. Murniasih.
Ia menambahkan, Jakarta Utara memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan. Dua tahun berturut-turut wilayah ini berhasil mengirimkan wakil hingga tingkat nasional, bahkan pada 2024 meraih gelar juara nasional melalui kader Nuraini dari Kelurahan Pluit.
Inovasi Digital Antar Kader Menuju Tingkat Provinsi
Pada kategori Kader Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi, Nurmayasari dari Posyandu Mawar V, Kelurahan Pademangan Barat, berhasil meraih Juara I dan akan mewakili Jakarta Utara pada lomba tingkat Provinsi DKI Jakarta.
Usai menerima penghargaan, Nurmayasari mengungkapkan telah menyiapkan sejumlah inovasi untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi.
Salah satunya adalah Digipos, sistem digital pencatatan pelayanan Posyandu berbasis telepon pintar yang memungkinkan pendataan balita dilakukan secara real time.
Selain itu, ia juga mengembangkan program Reward Balita Melati 5 untuk mendorong kehadiran balita secara rutin di Posyandu, serta GELAS Melati Lima (Gerakan Lansia Melati Lima) yang menghadirkan kegiatan senam lansia dan program sosial bagi warga lanjut usia.
“Motivasi saya menjadi kader adalah ingin lebih dekat dengan masyarakat dan membantu meningkatkan pengetahuan para orang tua tentang kesehatan ibu dan anak. Semoga inovasi yang kami lakukan bisa memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat,” kata Nurmayasari.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Jakarta Utara bersama Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, dr. Murniasih Hutapea, serta jajaran Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Utara.
Melalui penghargaan ini, Pemerintah Kota Jakarta Utara berharap semangat inovasi dan pengabdian para kader Posyandu terus tumbuh sebagai fondasi dalam membangun generasi yang lebih sehat, tangguh, dan berkualitas menuju pelayanan kesehatan masyarakat yang semakin modern.



