Jakarta Timur Perkuat Pencegahan Tawuran Lewat Program Ngopi Cetar Libatkan Warga Perbatasan

Voice of jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur memperkuat upaya pencegahan tawuran melalui program Ngobrol Pintar Cegah Tawuran (Ngopi Cetar) yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Kamis (30/7/2026). Sebanyak 50 warga dari Kecamatan Jatinegara dan Matraman mengikuti kegiatan edukatif tersebut sebagai bagian dari langkah membangun kewaspadaan dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Program ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam menjaga lingkungan yang aman sekaligus menekan potensi konflik antarwilayah.

Acara dibuka oleh Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto, dengan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan Manusia Tri Wisnu Bagus Permadi, Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jakarta Timur Eliaser Hutapea, serta Kasat Intelkam Polres Metro Jakarta Timur AKBP Yenmiko Sianturi.

Pencegahan Dimulai dari Lingkungan Masyarakat

Dalam sambutannya, Kusmanto menegaskan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Menurutnya, forum seperti Ngopi Cetar menjadi sarana untuk meningkatkan kewaspadaan dini sekaligus memperkuat komunikasi antarwarga agar potensi tawuran dapat dicegah sebelum terjadi.

“Diharapkan para elemen masyarakat dapat menjaga ketertiban dan keamanan secara dini. Ini guna mengantisipasi terjadinya aksi tawuran,” ujar Kusmanto.

Ia menambahkan bahwa peserta berasal dari dua kecamatan yang berbatasan secara langsung sehingga diharapkan dapat saling mengenal, memperkuat hubungan sosial, dan mengurangi potensi gesekan antarwarga.

“Warga kedua kecamatan ini dikumpulkan karena lokasinya saling berbatasan. Sehingga dengan silaturahmi seperti ini mereka saling mengenal satu sama lain,” katanya.

Warga Diimbau Tidak Mudah Terprovokasi

BACA JUGA  Keracunan MBG Terulang: 72 Siswa Tumbang, BGN Minta Maaf

Selain memperkuat komunikasi sosial, Kusmanto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi yang berpotensi memicu konflik.

Ia juga meminta seluruh elemen masyarakat meningkatkan kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) serta operasi cipta kondisi, khususnya menjelang akhir pekan dan hari-hari libur yang kerap menjadi waktu rawan terjadinya tawuran.

“Operasi cipta kondisi dan Siskamling juga harus ditingkatkan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya saat weekend atau hari-hari libur,” pesannya.

Pendekatan preventif ini dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di wilayah Jakarta Timur.

Melibatkan Seluruh Unsur Masyarakat

Lurah Cipinang Cempedak, Rico Eka Putra Rifai, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pengurus RT dan RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Menurutnya, kolaborasi lintas elemen menjadi faktor penting dalam membangun budaya saling menjaga dan menyelesaikan persoalan melalui dialog, bukan kekerasan.

“Kami berharap dengan adanya pertemuan seperti ini masyarakat semakin kompak dan tidak ada kasus tawuran di wilayah kami,” ujar Rico.

Melalui program Ngopi Cetar, Pemerintah Kota Jakarta Timur berharap masyarakat semakin aktif menjaga keamanan lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, serta menciptakan kawasan yang aman, damai, dan bebas dari aksi tawuran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER