VOICE OF JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mempercepat pengelolaan sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Komitmen tersebut disampaikan saat meninjau TPS 3R Menteng Atas di Jalan Menteng Atas Barat, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Pramono didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Syafrin Liputo dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin.
Menurut Pramono, optimalisasi TPS 3R menjadi solusi penting untuk mengurangi volume sampah yang setiap hari dikirim ke Bantargebang, sembari menunggu terealisasinya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Jakarta.
“Neraca sampah di Jakarta diketahui mencapai sekitar 9.000 ton per hari. Adapun setiap TPS 3R mampu mengurangi sampah ke TPST Bantargebang antara 25 hingga 50 ton setiap harinya,” kata Pramono.
Sampah Diolah Menjadi Bahan Bakar Alternatif
Pramono menjelaskan, TPS 3R Menteng Atas menerima sekitar 50 ton sampah per hari yang berasal dari permukiman warga maupun sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka).
Sampah tersebut dipilah menjadi beberapa kategori, termasuk material yang dapat diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) serta residu yang memerlukan penanganan lanjutan.
Sekitar 20 hingga 30 persen dari total sampah yang masuk berhasil diubah menjadi RDF, kemudian dicampur dengan kompos organik sebelum dikirim ke industri semen sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.
Langkah ini dinilai mampu mendukung pengurangan timbunan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah perkotaan.
Target Tingkatkan Kapasitas Produksi RDF
Gubernur Pramono juga meminta agar operasional fasilitas RDF ditingkatkan dengan menambah jumlah jam kerja.
Saat ini, kapasitas instalasi RDF di TPS 3R Menteng Atas mampu mencapai 150 ton, namun operasional harian masih berjalan dalam satu shift dengan produksi sekitar 30 ton.
“Saya sudah meminta dikoordinasikan agar bisa bekerja dua shift minimal. Kalau tiga shift tentu akan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Penambahan waktu operasional diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengolahan sampah sekaligus mengurangi volume residu yang dikirim ke Bantargebang.
31 TPS 3R Akan Dioptimalkan
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, mengatakan saat ini terdapat 31 TPS 3R yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.
Namun, menurutnya, belum seluruh fasilitas tersebut beroperasi secara maksimal sehingga pemerintah akan menerapkan model pengelolaan seperti di Menteng Atas melalui kolaborasi dengan pihak swasta.
“Model seperti di Menteng Atas ini yang akan kita lakukan, sehingga desain yang kapasitasnya bisa mencapai 100 ton itu yang kami coba optimalkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga,” jelas Dudi.
Pemprov DKI Jakarta berharap optimalisasi TPS 3R dapat menjadi solusi jangka menengah dalam mengatasi persoalan sampah ibu kota, sekaligus mengurangi beban TPST Bantargebang sebelum proyek PLTSa mulai beroperasi.



