Voice of jakarta – Sekitar 100 anak mengikuti peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang digelar di Masjid Maulana Yusuf, kawasan Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (30/7/2026). Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara bersama Biro SSDM Polri dan RSUD Koja ini menjadi ajang edukasi sekaligus penguatan komitmen terhadap perlindungan hak-hak anak.
Mengusung tema “Bersama Generasi Hebat Menuju Jakarta Kota Global”, acara dikemas secara edukatif dan rekreatif melalui berbagai materi mengenai kesehatan, perlindungan diri, hingga pembentukan karakter generasi muda.
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menegaskan bahwa anak merupakan aset bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, serta memperoleh hak-haknya secara utuh.
“Peringatan Hari Anak Nasional harus memberikan manfaat nyata, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus,” ujar Hendra.
Menurutnya, HAN tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum memperkuat sinergi pemerintah, masyarakat, keluarga, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memenuhi hak anak tanpa diskriminasi.
Data Anak Putus Sekolah Jadi Perhatian
Dalam kesempatan tersebut, Hendra mengungkapkan bahwa tantangan perlindungan anak di Jakarta Utara masih cukup besar. Berdasarkan Data Carik Jakarta Tahun 2025, terdapat 13.833 anak usia sekolah yang belum bersekolah serta 33 kasus perkawinan anak.
Angka tersebut menjadi pengingat bahwa masih diperlukan langkah nyata untuk memastikan seluruh anak memperoleh hak atas pendidikan, perlindungan, serta kesempatan menyampaikan pendapat demi kepentingan terbaik mereka.
“Data ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjamin hak anak dalam tumbuh kembang, memperoleh pendidikan, serta menyampaikan pendapat demi kepentingan terbaik mereka,” katanya.
Edukasi Kesehatan dan Perlindungan Diri
Kasubbag PSI Yanmas Bagian Psikologi Kepolisian Biro SSDM Polri, Astiadi Prahastoko, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 100 peserta berusia 13 hingga 16 tahun dengan pendekatan yang interaktif.
Melalui berbagai sesi edukasi, anak-anak didorong untuk lebih percaya diri dalam mengekspresikan diri, membangun kepedulian sosial, sekaligus memperoleh wawasan baru mengenai kesehatan dan keselamatan.
“Kami ingin anak-anak memiliki ruang untuk mengekspresikan diri secara positif, belajar berbagi, serta memperoleh wawasan baru melalui berbagai materi edukasi yang telah disiapkan,” jelas Astiadi.
Sementara itu, Direktur RSUD Koja, Alifianti Lestari, mengatakan pihaknya menghadirkan sejumlah tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan HIV, praktik mencuci tangan yang benar, hingga kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
Menurutnya, pendidikan kesehatan sejak usia dini menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun generasi yang sehat, mandiri, dan mampu melindungi dirinya sendiri.
“Kami berharap kolaborasi lintas sektor seperti ini terus berlanjut demi mewujudkan kesejahteraan dan perlindungan bagi anak-anak,” ujar Alifianti.
Peserta Mengaku Mendapat Banyak Pengetahuan Baru
Salah satu peserta, Muhammad Rizqi (14) dari Komunitas Anak, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru.
Ia menilai materi yang disampaikan mudah dipahami dan bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatannya seru dan bermanfaat. Saya mendapat wawasan baru tentang kesehatan dan cara menjaga diri,” ungkap Rizqi.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Jakarta Utara menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta ramah anak. Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global yang tetap menempatkan perlindungan anak sebagai prioritas pembangunan.



