Sambutan Hangat Warga NTT untuk Jokowi Cerminkan Jejak Pembangunan yang Masih Dirasakan

NTT – VOICE OF JAKARTA | Sambutan hangat masyarakat terhadap Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 dinilai menjadi gambaran bahwa hubungan antara pemimpin dan rakyat tidak berakhir ketika masa jabatan usai.

Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, mengatakan antusiasme warga merupakan bentuk penghargaan terhadap hasil pembangunan yang masih dirasakan masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

“Pak Jokowi mungkin sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden, tetapi karya dan pengabdiannya masih dirasakan masyarakat. Rakyat selalu memiliki cara untuk menghargai pemimpin yang bekerja dengan sungguh-sungguh. Mereka tidak hanya mengingat pidato, tetapi juga mengingat hasil kerja yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ahmad Ali dalam keterangan tertulis yang diterima media, Sabtu (1/8/2026).

NTT Dinilai Menjadi Fokus Pembangunan Era Jokowi

Menurut Ahmad Ali, NTT merupakan salah satu provinsi yang memperoleh perhatian besar dalam kebijakan pembangunan Indonesia-sentris selama satu dekade pemerintahan Jokowi.

Ia menyebut sejumlah bendungan strategis seperti Raknamo, Rotiklot, Napun Gete, dan Temef dibangun untuk mengatasi persoalan ketersediaan air sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah tersebut.

Selain itu, pemerintah juga membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, pelabuhan, bandara, hingga kawasan perbatasan guna memperluas konektivitas dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia.

Labuan Bajo Disebut Jadi Warisan Pembangunan

Ahmad Ali menilai salah satu pencapaian paling menonjol selama pemerintahan Jokowi di NTT adalah transformasi Labuan Bajo menjadi destinasi pariwisata berkelas internasional.

Menurutnya, penataan kawasan, pengembangan Bandara Komodo, pembangunan infrastruktur pendukung, serta meningkatnya investasi telah mengangkat posisi Labuan Bajo sebagai salah satu ikon pariwisata nasional.

BACA JUGA  Yuri Kemal Fadlullah Resmi Jadi Pj Ketua Umum PBB, Diputuskan Lewat Sidang Pleno Dewan Partai

“Selama bertahun-tahun, NTT sering dipandang sebagai daerah yang tertinggal. Pak Jokowi mengubah cara pandang itu dengan menghadirkan pembangunan yang nyata dan menempatkan Indonesia Timur sebagai bagian penting dari masa depan bangsa,” kata Ahmad Ali.

Jejak Kepemimpinan Dinilai Tetap Dikenang

Ahmad Ali menegaskan kunjungan Jokowi ke NTT bukan sekadar agenda seorang mantan kepala negara, tetapi menjadi simbol hubungan yang masih terjalin antara pemimpin dan masyarakat melalui hasil pembangunan yang dinikmati hingga kini.

Ia juga mengajak publik memandang pembangunan secara objektif, terlepas dari perbedaan pilihan politik yang merupakan bagian dari kehidupan demokrasi.

“Kita boleh berbeda pilihan politik, tetapi kita juga harus objektif melihat fakta. Ketika bendungan berdiri, jalan terbangun, akses ekonomi terbuka, pariwisata berkembang, dan masyarakat merasakan manfaatnya, maka itu adalah karya yang akan selalu diingat,” ujarnya.

Menurut Ahmad Ali, jabatan politik memiliki batas waktu, tetapi pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat akan terus melekat dalam ingatan publik.

Momentum Mempererat Silaturahmi

PSI berharap kunjungan Jokowi ke NTT dapat menjadi momentum mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mengingatkan pentingnya kesinambungan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

Bagi Ahmad Ali, pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kebijakan yang menghadirkan manfaat nyata, memperluas akses ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER