Deadline – Motor listrik MBG menjadi sorotan publik setelah video ratusan unit kendaraan berstiker Badan Gizi Nasional viral di media sosial. Kendaraan itu terlihat masih terbungkus plastik dan disebut akan digunakan untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Motor listrik MBG dikonfirmasi langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana. Ia menyatakan pengadaan kendaraan roda dua tersebut masuk dalam anggaran tahun 2025 dan ditujukan untuk mendukung tugas kepala SPPG.
Dadan menjelaskan motor belum didistribusikan. Seluruh unit masih menunggu proses administrasi sebagai Barang Milik Negara sebelum digunakan. Proses ini menjadi syarat wajib dalam pengelolaan aset pemerintah.
Realisasi pengadaan dilakukan bertahap sejak Desember 2025. Dari total pesanan 25.000 unit, jumlah yang sudah terealisasi mencapai 21.801 unit. Dadan juga membantah informasi yang beredar di media sosial terkait angka 70.000 unit. Ia menegaskan angka tersebut tidak benar.
Motor listrik MBG memicu reaksi luas di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan urgensi pengadaan di tengah kondisi ekonomi dan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Beberapa komentar menyinggung perbandingan dengan kesejahteraan guru di daerah terpencil.
Sejumlah warganet juga mempertanyakan alasan pembelian dalam situasi global yang tidak stabil. Mereka menilai pemerintah seharusnya lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran.
Sorotan terhadap kebijakan ini muncul bersamaan dengan laporan defisit anggaran negara. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut defisit APBN mencapai Rp240,1 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka ini setara dengan 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto.
Menurut Purbaya, defisit terjadi karena percepatan belanja pemerintah di awal tahun. Ia menyebut strategi ini bertujuan agar distribusi belanja lebih merata sepanjang tahun dan tidak menumpuk di akhir periode.
Ia juga mengakui anggaran Badan Gizi Nasional menjadi salah satu yang menonjol karena nilainya besar. Hal ini ikut berkontribusi pada peningkatan belanja negara di awal tahun.
Motor listrik MBG kini tidak hanya menjadi isu pengadaan barang, tetapi juga memicu perdebatan soal prioritas anggaran dan transparansi kebijakan publik.



