Deadline – Pembongkaran Mendadak terjadi di bantaran rel kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Jumat (27/3/2026). Warga mengaku kaget karena penertiban dilakukan secara tiba-tiba, kurang dari 24 jam setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke lokasi tersebut.
Pembongkaran Mendadak ini berlangsung pada malam hari tanpa pemberitahuan tertulis yang memadai. Sejumlah warga terpaksa bergegas menyelamatkan barang-barang mereka di tengah situasi panik. Rumah-rumah semi permanen yang selama ini dihuni kini rata dengan tanah, menyisakan puing di sepanjang rel kereta.
Warga yang tinggal di kawasan tersebut mengaku syok dengan perubahan situasi yang begitu cepat. Sehari sebelumnya, mereka sempat bertemu langsung dan bersalaman dengan Presiden saat kunjungan mendadak pada Kamis (26/3/2026). Momen itu sempat menumbuhkan harapan akan adanya solusi bagi tempat tinggal mereka.
Namun, harapan tersebut berubah menjadi kebingungan setelah pembongkaran dilakukan tanpa komunikasi lanjutan yang jelas. Warga menilai tidak ada sosialisasi yang cukup sebelum penertiban dilakukan. Saat ini, sebagian besar warga masih mencari tempat tinggal sementara sambil menunggu kepastian dari pemerintah.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan pembangunan hunian layak bagi warga bantaran rel di kawasan Senen. Instruksi tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Perumahan, Menteri Pekerjaan Umum, Perumnas, serta PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa arahan tersebut diberikan Presiden segera setelah meninjau langsung kondisi warga di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen. Bahkan, perintah disampaikan melalui sambungan telepon karena Menteri Perumahan sedang berada di luar daerah.
Pemerintah memastikan langkah awal pembangunan hunian baru langsung dijalankan. Tim teknis disebut telah bergerak pada hari yang sama untuk menyiapkan proses pembangunan di lokasi yang tidak jauh dari tempat tinggal warga sebelumnya.
Program ini bertujuan menyediakan hunian yang lebih layak, termasuk fasilitas dasar seperti MCK. Presiden menekankan agar pembangunan dilakukan secepat mungkin demi meningkatkan kualitas hidup warga yang selama ini tinggal dalam keterbatasan.
Kebijakan tersebut juga dirancang dengan pendekatan kemanusiaan. Pemerintah ingin memastikan warga tetap dekat dengan lingkungan sosial dan sumber penghidupan mereka, sehingga perubahan tempat tinggal tidak mengganggu kehidupan sehari-hari.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena terjadi dalam waktu singkat antara kunjungan presiden dan pembongkaran. Di tengah kondisi tersebut, warga kini menunggu realisasi janji pemerintah terkait hunian baru yang dijanjikan akan segera dibangun.



