Perang Iran Disebut Segera Berakhir, Trump Klaim Operasi Militer AS Hancurkan 80 Persen Peluncur Rudal

Deadline – Perang Iran memasuki pekan kedua sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur militer Teheran. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan konflik tersebut bisa berakhir “cukup cepat” karena kekuatan militer AS dinilai telah menghancurkan sebagian besar kemampuan tempur Iran.

Pernyataan terkait Perang Iran itu disampaikan Trump saat berbicara kepada anggota Partai Republik di Kongres Amerika. Ia menegaskan operasi militer yang diluncurkan Washington bukan perang berkepanjangan, melainkan aksi singkat yang bertujuan menghilangkan ancaman terhadap Amerika Serikat dan sekutunya.

Serangan terhadap Iran dimulai pada 28 Februari melalui operasi militer bernama Operation Epic Fury. Dalam operasi ini, Amerika Serikat bersama Israel menargetkan berbagai fasilitas militer Iran seperti sistem pertahanan udara, peluncur rudal, hingga aset angkatan laut.

Pada hari pertama perang Iran dimulai, pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Kematian tokoh paling berpengaruh di Iran itu langsung mengguncang struktur kepemimpinan negara tersebut.

Donald Trump Sebut Operasi Militer Hanya “Ekspedisi Singkat”

Trump menggambarkan serangan terhadap Iran sebagai sebuah “ekspedisi kecil” yang diperlukan untuk menghentikan ancaman berbahaya. Menurutnya, kemampuan militer Amerika yang sangat kuat membuat operasi ini tidak akan berlangsung lama.

Ia mengakui konflik tersebut sempat memberi dampak kecil terhadap ekonomi Amerika Serikat. Namun Trump menilai efeknya hanya sementara dan perekonomian akan segera kembali tumbuh setelah operasi militer selesai.

80 Persen Peluncur Rudal Iran Diklaim Hancur

Trump menyatakan militer Amerika telah menghancurkan sekitar 80 persen peluncur rudal Iran selama operasi berlangsung. Menurutnya, kemampuan Iran meluncurkan serangan balasan kini sangat terbatas.

Selain itu, Trump mengatakan sejumlah sistem drone Iran juga telah dilumpuhkan. Militer Amerika disebut terus menyerang lokasi produksi drone untuk menghentikan kemampuan Iran membangun kembali kekuatan militernya.

BACA JUGA  Tragedi Tambang Ilegal Stilfontein: 93 Orang Tewas, Ratusan Penambang Terjebak di Perut Bumi

Ia juga mengklaim pasukan Amerika menenggelamkan 46 kapal perang modern milik Iran hanya dalam waktu tiga setengah hari. Trump bahkan menceritakan percakapannya dengan pejabat militer yang menjelaskan alasan kapal tersebut ditenggelamkan.

Menurut Trump, ia sempat bertanya mengapa kapal tersebut tidak ditangkap saja. Namun pejabat militer menjawab bahwa menenggelamkan kapal dianggap lebih aman.

AS Klaim Gagalkan Serangan Iran ke Sekutu Timur Tengah

Trump juga menuduh Iran sedang mempersiapkan serangan besar terhadap Amerika Serikat dan negara sekutunya di Timur Tengah. Ia mengklaim serangan itu bisa terjadi dalam waktu satu minggu jika AS tidak bertindak lebih dulu.

Menurut Trump, Iran telah mengarahkan rudal ke beberapa negara di kawasan Teluk seperti Qatar, Saudi Arabia, dan United Arab Emirates. Negara-negara tersebut akhirnya berpihak kepada Amerika Serikat dalam konflik ini.

Meski demikian, Trump tidak menyampaikan bukti publik yang mendukung klaim adanya rencana serangan Iran tersebut.

Donald Trump Rayakan Tewasnya Sejumlah Pemimpin Iran

Dalam pidatonya, Trump juga merayakan tewasnya sejumlah tokoh penting Iran dalam operasi militer tersebut. Ia mengatakan banyak pemimpin Iran kini telah “lenyap” sehingga negara itu menghadapi ketidakpastian kepemimpinan.

Trump juga mengaitkan operasi ini dengan serangan pada masa pemerintahannya yang menewaskan Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Iran. Soleimani selama ini dianggap sebagai arsitek utama jaringan kelompok sekutu Iran di Timur Tengah.

AS Klaim Menang, Tapi Operasi Belum Selesai

Trump menyatakan Amerika Serikat sebenarnya sudah meraih kemenangan dalam banyak hal. Namun menurutnya operasi militer terhadap Iran belum akan dihentikan.

Ia menegaskan Washington akan terus melanjutkan operasi hingga mencapai kemenangan penuh dan mengakhiri ancaman yang disebutnya telah berlangsung selama puluhan tahun.

BACA JUGA  Rudal Iran Hantam Tel Aviv, Kota Luluh Lantak — Di Mana Netanyahu Saat Serangan Terjadi?

Kepemimpinan Baru Iran Disorot

Setelah kematian Ali Khamenei, Iran menunjuk putranya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara tersebut.

Trump mengaku kecewa dengan penunjukan tersebut karena menilai kepemimpinan baru itu kemungkinan tidak akan membawa perubahan bagi Iran.

Ketika ditanya apakah pemimpin baru Iran menjadi target berikutnya, Trump menolak memberikan jawaban langsung. Ia mengatakan pernyataan seperti itu tidak pantas disampaikan secara terbuka.

Meski demikian, Israel sebelumnya menyatakan tidak menutup kemungkinan melakukan operasi untuk menargetkan siapa pun yang menggantikan posisi pemimpin tertinggi Iran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER