voice of Jakarta | Pramono Anung yang terpilih sebagai Wakil Ketua Steering Committee C40 Cities dinilai akan memperkuat langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadapi krisis iklim dan mempercepat target pengurangan emisi karbon di ibu kota.
Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto mengatakan, berbagai program dan regulasi yang dijalankan Pemprov DKI saat ini sudah mengarah pada penguatan aksi iklim yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Menurutnya, salah satu kebijakan penting yang terus didorong adalah penerapan konsep green building untuk bangunan baru, sekaligus revitalisasi bangunan lama agar selaras dengan target net zero emission Jakarta.
“Terkait posisi strategis Gubernur dalam jaringan kota global, tentu akan semakin memperkuat kebijakan beliau untuk mendorong aksi iklim inklusif menuju target net zero emission,” ujar Wahyu, Jumat (22/5).
Ia menambahkan, kebijakan tersebut mencakup penguatan regulasi bangunan ramah lingkungan bagi gedung baru maupun evaluasi dan revitalisasi bangunan lama di Jakarta.
Wahyu menegaskan, seluruh langkah penanganan krisis iklim yang dijalankan Pemprov DKI perlu mendapat dukungan penuh karena dampaknya dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok ekonomi bawah yang paling rentan terhadap perubahan iklim.
Selain kebijakan bangunan hijau, DPRD DKI juga menilai pengembangan transportasi umum berbasis energi bersih mulai menunjukkan hasil positif. Salah satunya melalui pengoperasian armada bus listrik untuk mendukung pengurangan emisi kendaraan di Jakarta.
Menurut Wahyu, tren penggunaan kendaraan listrik oleh masyarakat juga terus meningkat seiring hadirnya berbagai kebijakan pemerintah daerah yang mendukung transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil.
“Penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta juga banyak beralih ke kendaraan listrik, salah satunya karena kebijakan Pemda yang mendukung hal tersebut,” katanya.
Di sisi lain, ia meminta Pemprov DKI memperkuat program pengendalian banjir serta memperluas jaringan pengelolaan air limbah guna meningkatkan kualitas air permukaan di Jakarta yang masih menjadi tantangan lingkungan perkotaan.
Wahyu juga menilai posisi strategis Pramono di forum kota global membuka peluang lebih besar bagi Jakarta untuk bertukar pengalaman dan membangun kolaborasi internasional dalam menghadapi perubahan iklim.
“Keterlibatan Gubernur juga dapat saling bertukar pengalaman secara global, mengingat masalah iklim ini pada hakikatnya merupakan persoalan yang dihadapi semua kota besar di dunia,” tandasnya.



