Mekah-voice of Jakarta | Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh jemaah haji reguler Indonesia yang sebelumnya berada di Madinah kini telah tiba di Makkah, Arab Saudi Fase tersebut menjadi penanda penting dalam penguatan layanan dan persiapan menuju puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Juru Bicara Kemenhaj, Suci Annisa, mengatakan seluruh layanan haji Indonesia hingga hari ke-26 operasional berjalan lancar, tertib, dan terkendali.
“Alhamdulillah, seluruh jemaah haji reguler Indonesia kini telah berada di Makkah. Ini menjadi fase penting karena seluruh energi layanan mulai difokuskan untuk memastikan jemaah siap menghadapi puncak ibadah haji dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujar Suci Annisa di Makkah, Sabtu (1/5/2026).
Lebih dari 166 Ribu Jemaah Diberangkatkan
Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 430 kelompok terbang (kloter) dengan total 166.269 jemaah dan 1.717 petugas telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Sementara itu, sebanyak 418 kloter dengan 161.591 jemaah dan 1.672 petugas telah tiba di Makkah. Untuk kategori haji khusus, tercatat sebanyak 11.739 jemaah telah berada di Arab Saudi.
Kemenhaj menyebut proses perpindahan jemaah dari Madinah ke Makkah berjalan sesuai jadwal tanpa kendala berarti.
Kemenhaj Perkuat Layanan Menjelang Armuzna
Suci menjelaskan, selesainya fase pergeseran jemaah juga diikuti pemindahan petugas guna memperkuat layanan di Makkah dan kawasan Armuzna.
Penguatan dilakukan pada sektor transportasi, akomodasi, konsumsi, layanan kesehatan, perlindungan jemaah, hingga pembinaan ibadah.
“Petugas bergerak mengikuti kebutuhan jemaah. Ketika seluruh jemaah terkonsentrasi di Makkah, maka penguatan layanan juga dipusatkan di Makkah dan Armuzna,” jelasnya.
Kemenhaj bersama Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) juga terus mematangkan kesiapan Armuzna, termasuk finalisasi data manifest, pemetaan pergerakan jemaah, kesiapan bus, tenda, distribusi konsumsi, serta mitigasi perlindungan bagi jemaah lansia dan disabilitas.
Jemaah Diimbau Jaga Kesehatan dan Hemat Energi
Menjelang fase puncak haji, pemerintah meminta jemaah mulai menghemat energi, memperbanyak istirahat, dan mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, terutama pada siang hari.
“Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar ibadah. Armuzna membutuhkan stamina yang baik, karena itu jemaah perlu mengatur tenaga sejak sekarang dan tidak memaksakan diri,” ujar Suci.
Kemenhaj juga meminta jemaah rutin berkoordinasi dengan petugas kesehatan apabila mengalami keluhan fisik selama berada di Tanah Suci
Kemenhaj Cegah Praktik Haji Nonprosedural
Selain fokus pada layanan jemaah, Kemenhaj menegaskan komitmennya dalam mencegah praktik haji nonprosedural.
Per 15 Mei 2026, Satgas Pencegahan Haji Nonprosedural bersama unsur terkait telah mencegah keberangkatan 32 warga negara Indonesia (WNI) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang diduga akan berhaji tanpa dokumen resmi.
“Kami mengimbau masyarakat tidak tergiur tawaran haji nonprosedural. Ibadah haji wajib menggunakan visa haji resmi. Jangan mempertaruhkan keselamatan dan kepastian hukum hanya karena iming-iming berangkat cepat tanpa antrean,” tegas Suci.
Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan jemaah Indonesia yang menjaga disiplin serta mengikuti arahan selama pelaksanaan ibadah haji.



