Serangan Israel Mematikan di Lebanon, 8 Tewas Saat Ultimatum Iran Berakhir

Deadline – Serangan Israel kembali mengguncang Lebanon setelah militer Israel melancarkan serangkaian serangan udara ke berbagai wilayah, termasuk pinggiran selatan ibu kota Beirut. Dalam rangkaian serangan terbaru ini, sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas di berbagai lokasi di Lebanon.

Serangan Israel pada Kamis dini hari menghantam kawasan Ghobeiry dan Haret Hreik di selatan Beirut. Media pemerintah Lebanon melaporkan ledakan terjadi beberapa kali, namun belum ada laporan korban jiwa langsung dari dua wilayah tersebut.

Sebelum serangan terjadi, militer Israel telah mengeluarkan peringatan evakuasi paksa kepada warga yang tinggal di kawasan tersebut. Israel menyatakan area itu merupakan target yang berkaitan dengan kelompok Hezbollah, termasuk fasilitas yang disebut digunakan oleh unit udara kelompok tersebut. Namun, Israel tidak memberikan bukti rinci atas klaim tersebut.

Situasi semakin tegang karena ultimatum Israel kepada pejabat Iran di Lebanon telah berakhir. Israel sebelumnya memberi waktu 24 jam bagi perwakilan Iran untuk meninggalkan Lebanon.

Menurut laporan dari Beirut, pihak Iran menilai ancaman tersebut dapat mengarah pada serangan terhadap kedutaan mereka. Iran bahkan memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap misi diplomatiknya akan memicu ancaman balasan terhadap kedutaan Israel.

Organisasi hak asasi manusia menyatakan ancaman tersebut sangat mengkhawatirkan. Mereka menegaskan bahwa hukum internasional melarang penyerangan terhadap warga sipil atau pihak yang tidak terlibat langsung dalam pertempuran.

Di Beirut, suasana malam dipenuhi ketegangan. Penduduk setempat menembakkan senjata ke udara untuk memperingatkan warga lain tentang ancaman serangan Israel yang akan datang.

Tembakan peringatan itu menjadi cara cepat memberi informasi kepada masyarakat karena peringatan evakuasi sering muncul pada tengah malam, saat banyak warga tidak memantau media sosial atau internet.

BACA JUGA  Benjamin Netanyahu Meninggal? Kabar Mengejutkan Membuat Geger Dunia

Serangan Israel juga menghantam wilayah selatan Lebanon dengan dampak paling mematikan. Enam orang dilaporkan tewas di wilayah tersebut, termasuk satu keluarga yang terdiri dari dua anak dan kedua orang tuanya di sebuah desa dekat Kfar Tebnit.

Serangan lain di wilayah Nabatieh menewaskan seorang kepala desa bersama istrinya. Selain itu, serangan udara juga dilaporkan terjadi di distrik al-Shahabiya di kota Tyre.

Di tengah serangan udara yang terus berlangsung, pasukan darat Israel terus bergerak lebih jauh ke wilayah Lebanon selatan. Operasi darat ini disebut bertujuan menciptakan zona penyangga di sepanjang perbatasan serta mendorong mundur pasukan Hezbollah.

Militer Israel kembali mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga Lebanon selatan. Warga diminta bergerak ke wilayah utara Sungai Litani demi menghindari serangan.

Israel menyatakan setiap orang yang berada di dekat fasilitas atau anggota Hezbollah berisiko menjadi sasaran serangan. Bahkan rumah yang diduga digunakan untuk kepentingan militer dapat dijadikan target.

Serangan besar-besaran ini telah menyebabkan lebih dari 300.000 warga Lebanon mengungsi dari rumah mereka. Militer Israel juga mengklaim telah menyerang lebih dari 320 lokasi di Lebanon, termasuk peluncur rudal yang disebut milik Hezbollah.

Di sisi lain, Hezbollah menyatakan pasukannya terlibat pertempuran langsung dengan tentara Israel di kota Dahira di Lebanon selatan. Kelompok itu juga mengaku meluncurkan serangan roket, rudal, dan drone ke wilayah utara Israel.

Selain pertempuran di selatan, serangan Israel juga terjadi di Lebanon timur. Sebuah mobil di jalan raya dekat kota Zahle dihantam serangan yang menewaskan dua orang dan melukai dua lainnya.

Serangan lain terjadi di kamp pengungsi Beddawi di Lebanon utara, dekat kota Tripoli. Serangan ini menewaskan sedikitnya dua orang. Sumber lokal menyebut seorang pejabat Hamas menjadi target serangan tersebut.

BACA JUGA  Mental Militer AS Down Menghadapi Konflik Timur Tengah, Telah Terjadi Penurunan Moral

Dalam beberapa hari terakhir, eskalasi konflik Israel dan Lebanon semakin meningkat. Sejak awal pekan, sedikitnya 75 orang dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Lebanon, lebih dari 400 orang terluka, dan puluhan ribu warga terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Sebelumnya, militer Israel juga membombardir sebuah hotel di kawasan perbatasan Hazmieh dan Baabda yang berada di wilayah Beirut Raya. Serangan lain di kota Baalbek dekat perbatasan Suriah menewaskan sedikitnya lima orang.

Konflik ini menunjukkan perang regional yang semakin meluas di Timur Tengah, dengan Lebanon menjadi salah satu titik paling panas dalam eskalasi terbaru.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER