Deadline – Serangan rudal Iran kembali mengguncang Israel pada Kamis (26/3) dini hari. Rentetan rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran memicu sirene peringatan serangan udara di sejumlah wilayah strategis, termasuk Israel bagian tengah, Yerusalem, dan sebagian wilayah utara.
Serangan rudal Iran tersebut memaksa sistem peringatan dini Israel diaktifkan secara luas. Sirene peringatan terdengar di berbagai kota di wilayah tengah Israel, kawasan Yerusalem, serta sejumlah area di wilayah pendudukan Tepi Barat. Warga dilaporkan bergegas mencari perlindungan saat peringatan serangan udara berbunyi.
Media Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa sistem pertahanan Israel mendeteksi peluncuran rudal dari Iran yang diarahkan ke wilayah tengah Israel dan kawasan Yerusalem. Serangan ini menjadi bagian dari rentetan eskalasi militer yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Selain wilayah tengah dan Yerusalem, peringatan serangan udara juga terdengar di sejumlah wilayah utara. Beberapa kota yang terdampak antara lain Ortal dan Ein Zivan di kawasan Dataran Tinggi Golan. Sirene juga dilaporkan berbunyi di komunitas Gonen, Lehavot HaBashan, dan Shamir yang berada di wilayah Galilea Panhandle.
Laporan media Israel menyebutkan bahwa serangan terbaru Iran mencakup penggunaan rudal klaster. Ledakan keras dilaporkan terdengar di wilayah Sharon, yang berada di bagian tengah Israel.
Dampak serangan tersebut juga menyebabkan korban luka. Sebuah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan setelah proyektil jatuh di wilayah Kafr Qasim, Israel bagian tengah. Sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Eskalasi konflik Iran dan Israel terus meningkat sejak serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu ketegangan serius di kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan yang beredar, agresi militer AS dan Israel tersebut telah menewaskan lebih dari 1.340 orang. Korban yang disebutkan termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, pemerintah Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal. Target serangan tidak hanya wilayah Israel, tetapi juga negara-negara lain di kawasan seperti Yordania, Irak, serta beberapa negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.
Serangan balasan Iran tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di beberapa wilayah yang menjadi target. Ketegangan militer yang terus meningkat juga mulai berdampak pada stabilitas kawasan, termasuk gangguan terhadap pasar global dan aktivitas penerbangan internasional.
Situasi keamanan di Timur Tengah hingga kini masih berada dalam kondisi tegang, sementara berbagai pihak internasional terus memantau perkembangan konflik yang berpotensi meluas.



