Voice of Jakarta | Sosialisasi hewan kurban Jakarta Timur digelar Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menjelang Idul Adha 2026 guna memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai syariat Islam sekaligus memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Bambu Apus, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (6/5/2026), diikuti 120 peserta. Mereka terdiri dari 100 perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), perwakilan 10 kecamatan, serta 20 petugas dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur.https://voiceofjakarta.id/
Selain itu, sosialisasi Hewan Kurban juga dilakukan secara daring yang diikuti perwakilan dari 10 kecamatan dan 65 kelurahan di wilayah tersebut.
Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur, Fauzi, menegaskan bahwa panitia kurban memegang amanah besar dari masyarakat sehingga harus memahami tata cara penyembelihan yang benar.
“Panitia menerima amanah dari masyarakat, oleh karenanya poinnya adalah mereka harus bisa memahami tentang tata cara menyembelih hewan kurban sesuai dengan syariah Islam,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain aspek kehalalan, kualitas daging kurban juga harus diperhatikan. Pengetahuan tentang pemeliharaan hewan, pemberian pakan, hingga kesiapan teknis sebelum penyembelihan menjadi faktor penting agar hewan dalam kondisi prima.
“Insyaallah kalau itu berjalan baik, warga yang menerima daging juga mendapatkan daging yang sehat, dan itu harapan kita,” kata Fauzi.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto, menekankan bahwa pelaksanaan kurban juga harus mengacu pada regulasi yang berlaku. Hal ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Pergub DKI Jakarta Nomor 10 Tahun 2022.
Menurutnya, aturan tersebut menegaskan bahwa ibadah kurban tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek kesehatan masyarakat dan keamanan pangan.
“Pelaksanaan kurban harus menjamin kesehatan hewan, keamanan pangan, serta perlindungan masyarakat sebagai konsumen,” jelasnya.
Ia menambahkan, kurban bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga bagian dari tanggung jawab sosial. Karena itu, edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar proses pemotongan menghasilkan daging yang halal, sehat, dan layak konsumsi.
Dengan adanya sosialisasi ini, Pemerintah Kota Jakarta Timur berharap pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah dapat berjalan lebih baik, dengan proses penyembelihan yang sesuai syariat serta menghasilkan daging kurban yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.



