Makkah — voice of Jakarta | Wakil Menteri Agama RI, Romo Muhammad Syafi’i, mengapresiasi kematangan perencanaan pelayanan jemaah haji Indonesia menjelang fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Menurutnya, berbagai langkah mitigasi yang disiapkan pemerintah tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam tata kelola pelayanan haji, termasuk sejumlah terobosan yang selama ini menjadi harapan para jemaah Indonesia.
Salah satu inovasi yang mendapat sorotan adalah penerapan sistem penempatan tenda wukuf di Arafah berbasis nama jemaah atau by name, serta pengawasan ketat terhadap skema pergerakan jemaah selama fase Armuzna.
“Ada petugas yang mencatat mobil-mobil yang membawa jemaah murur, yang reguler. Saya kira ini sebenarnya mimpi yang sangat mudah diwujudkan, tetapi baru terwujud hari ini,” ujar Romo Syafi’i usai rapat koordinasi Amirulhaj di Makkah, Kamis (21/5/2026).
Romo, yang juga bertugas sebagai anggota Amirulhaj tahun ini, mengaku terharu melihat keseriusan pemerintah dalam mengelola seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji.
Ia menilai peningkatan pelayanan terlihat mulai dari proses keberangkatan, pengelolaan akomodasi, distribusi logistik makanan siap saji (ready to eat), hingga skenario mitigasi pada fase puncak haji.
“Ini mimpi besar yang selama ini dirindukan oleh segenap jemaah haji Indonesia. Saya terharu,” ungkapnya.
Di sektor kesehatan, Romo Muhammad Syafi’i juga memuji sinergi antara Kementerian Haji dan Umrah RI dengan otoritas Arab Saudi dalam memberikan perlindungan kepada jemaah.
Menurutnya, edukasi kesehatan yang dilakukan secara masif terbukti membantu menekan angka jemaah sakit selama musim haji berlangsung.
Selain itu, pemerintah disebut telah menyiapkan berbagai skenario darurat medis guna memastikan penanganan cepat bagi jemaah yang mengalami gangguan kesehatan.
“Terbayang oleh saya, kalau ada yang terganggu kesehatannya, Kementerian Haji dan Umrah RI sudah menyiapkan segala macam skenario untuk melayani jemaah yang terganggu kesehatannya,” jelasnya.
Kesiapan penyelenggaraan haji Indonesia tahun ini juga disebut mendapat perhatian dari pemerintah Arab Saudi. Romo mengungkapkan bahwa Kementerian Haji dan Umrah RI menerima undangan resmi dari Menteri Dalam Negeri Arab Saudi sebagai bentuk apresiasi terhadap kesiapan delegasi Indonesia.
“Saya kira sebagai Wakil Menteri Agama, saya mengapresiasi kerja-kerja Kementerian Haji dan Umrah RI,” pungkasnya.



